Pantun - Malam bagai intan Berkilauan

malam bagai intan berkilauan
rindu ku tidak terhingga
angin tasik memberi ku kenangan
seperti kami dah jumpa

malam bagai intan berkilauan
rindu ku tidak terhingga
angin tasik membawa kenangan
seperti kami dah jumpa

the night glitters like a diamond
the longing is endless
the wind from the lake evokes a memory
as if we have already met

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Related quotes

Malam Berawan

malam-malam berawan
malam-malam tanpa hujan bintang dan kecupan
dibawanya ku ke dinding-dinding ratapan
hingga malam menghilang yang terlihat hanya kegelapan

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Bye, bye, Blackbird

awal dan akhir cerita
baik atau buruk
manusia telah melewati satu drama
tidak bisa sama dengan yang telah lalu
karena kuat bisa diubah, karena lemah harus berubah
kalau tidak tahu keduanya
tidak bisa menampilkan seorang manusia
waktu yang terus berjalan
meski menangis, tersungkur, melaju ke depan tanpa ampun
seperti kereta ini
ke depan, melaju ke depan
ke masa depan

this is inspired from the song 'bye bye blacbird' by isadora duncan
from the duck of mr fredward

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Senja kala

Senja kala di padang gema
Aku lupa rupa sang suara
Bisikan merayu di telinga
Atau angin ribut dari utara

Senja kala di batas jumpa
Aku lupa tanda sang cinta
Getaran bunga pertama
Atau gelora bulan purnama

Senja kala di ujung dupa
Aku lupa nada sang jiwa
Harum mewarnai dunia
Atau asap melayang di mata

Senja kala di jembatan tua
Aku lupa wangi sang gula
Manis melekat saat tertawa
Atau pahit di luka menganga

Senja kala di lubuk malam
Aku lupa belai sang cahaya
Kilau permata di laut tenang
Atau semburat merah di langit hitam

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Kami O Shin Jiru

Music :rudolf schenker
Lyrics:klaus meine
Do you say a prayer when your feeling down
Do you believe that love can turn your faith around
Youre feeling high and low, but you dont know what to think
The world is full of saints who live their lives in sin
Dont ask the mirror ball you better ask yourself
I think you know the answers but maybe you cant tell
Youll see it all so clear just take a look inside
The judge you build inside your heart will always be your guide
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
Another day goes by and so does your life
You try to make some sense before your time to die
If you feel humility for something that is true
Youll find the secrets of this life deep inside of you
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
The innocent wont feel the judgement day
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
The innocent wont feel the judgement day
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
Kami o shin jiru
The innocent wont feel the judgement day

song performed by by ScorpionsReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

Pun Pelabuhan Bersaksi

: Annellis

Kedip matamu yang terakhir menjatuhkan ingatan
Pada pertemuan yang ragu antara hidupmu dan kenangan
Kau tabah menyimpan rindu dan menampung air mata
Menjadi oase di hatimu di tengah semenanjung harapan
Seluas impian masa kanak-kanakmu berdamping mesra
Di meja makan bersama keluarga

Sedih pilu tak risau kau jalani sebagai serangkai kenyataan
Yang redup redam dalam cerita-cerita gadis sengsara
Tentu tak lebih dari pengalaman seorang Nyai
Yang mengandung-membesarkanmu

Kini, tubuh sintalmu lemah melangkah
Melepas nasib di bawah tangga
Biru matamu sayu menatap kalah
Tanpa bayang-bayang remang kemenangan
Namun gentar kau menantang luas lautan
Yang berbadai

Bila saja kau toleh daun pintu usai berjabat tangan
Kau akan lihat riak-riak air mata memanggil namamu
Karena ada risau yang tak sempat memberi salam
Ingin mangantarmu sampai di mulut kapal
Dan biar jejakmu terhapus di geladak kayu
Hingga angin berkabar pada nahkoda
Untuk mengantarmu ke tempat segala impian
Yang tertanam di lubuk hidupmu
Mengakar di jantungmu

Keboen Laras,2011-2012

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Pantun - Segulung Lukisan Air dan Langit, Tasik Kenyir, Terengganu

segulung lukisan air dan langit
terbuka di atas tasik kenyir
kehijauan tebing tenangkan hati yang sakit
bayu berbisik bisik di muka air

a roll of water and sky painting
is unrolled over lake kenyir
the greenery soothes the heart pain
the wind whispers in the lake

segulung lukisan air dan langit
terbentang di tasik kenyir
kehijauan tenangkan hati yang sakit
bayu berbisik bisik di muka air

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Kwatrin Memandang Bulan (Indonesian)

~Requiem buat Sapto Rahardjo~

Lelaki bersandal jepit memandang bulan
Bilakah hari memadamkan baranya?
Samudera bergelombang membenamkan setiap kembara
Harapan demi harapan gugur dari rambutnya

Lelaki bersandal jepit mengepit senyap
Bulan beserta malam-malam dihatinya
Kerontang musim mengajak bicara
Nyanyian demi nyanyian menggugurkan senja

Lelaki bersandal jepit merangkai mimpinya
Mimpi melayang seperti burung camar
Menggapai langit menjatuhkan hujan
Hujan runtuh membasahi kemarau

Lelaki bersandal jepit memainkan bonang
Malam hening menggetarkan dawai
Sunyi adalah kembara
Kembara bagi seorang pecinta sejati

Lelaki bersandal jepit merangkai bunga
Bunga potong segar dalam cawan
Ikebana dan sakura, rama-rama dan kupu-kupu
Hidup dan mati berkejaran selalu*

Lelaki bersandal jepit terbaring sendiri
Rumput dan semak bersamanya
Tiada bonang dan bunga dibawanya
Hanya cinta-kasih ada dipeluknya

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Laut Di Tengah Keajaiban Musim Dingin

Meski angin bertiup kencang dan air laut mengamuk dashyat
Esok hari adalah suatu hari yang baru
Kau akan mengalirkannya
Meski dipisahkan oleh angin yang bertiup kencang
maupun ombak yang besar
Itulah pelosok pulau tempat orang yang kita cintai menunggu
Kau akan mengalirkannya
Ke hatimu
Nun jauh di balik bayang-bayang pulau
Di tengah laut yang arusnya deras
Burung putih akan membawa kembali arwah kekasih yang telah tiada
Membawa kembali
Suatu hari akan jatuh cinta pada seseorang
Meski ombak di laut ganas diterpa tiupan angin
Mencintai seseorang
Bukalah hatimu sekali lagi
Meski awan di langit jauh dari jangkauan
Kalau hati terbang jauh, cinta pun akan datang menjemput
Perasaan di dalam hati itu
Pasti akan sampai di pangkuanmu
Meski jaraknya jauh sekalipun

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

I Won't Go Back (Indonesian version)

Malam ini akankah kau datang
Atau malah melupakan
Penantianku begitu panjang
Jiwaku menyerpih

Hingga tiba fakta terbentang
Yang tak dapat kau dustakan
Dan dunia seakan menghilang
Hatiku menghitam

Takkan kembali
Takkan merajut asa di diri
Karena ku telah temui
Jalan sepiku sendiri
Tanpa dirimu

Takkan menangis
Walau malam dingin tak terperi
Karena ku telah sadari
Semua berakhir di sini
Bersama cintamu

Ingin cinta semua kubuang
Timpakan semua kesalahan
Dan ku kan menjadi pemenang
Tapi ku tak tenang

Ingin benci tumbuh berkembang
Menutupi semua kenangan
Indah tapi begitu mencengkeram
Dan ku tak tahan

Takkan kembali
Takkan merajut asa di diri
Karena ku telah temui
Jalan hidupku sendiri
Tanpa dirimu

Takkan sesali
Meski ingin kuulang kembali
Karena semua memori
Hanyalah sebuah memori
Yang kan berlalu

Malam ini akankah kau datang
Atau malah melupakan
Kini kau hanya sebuah bayang
Dan pagi menjelang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

War Within

Kadang kita harus menunggu dengan tenang
Kadang kita harus segera menyerang
Kadang kita harus mencari celah untuk menang
Kadang kita tak boleh lengah dan tetap menerjang
Kadang kita lembut dan bergerak seperti bayang
Kadang kita ganas bagai hewan garang
Kadang itu akan membuat kita dikenang
Kadang itu hanyalah sebuah kekonyolan perang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Pantun - bagai embun menjelma di pagi (translated into English)

bagai embun menjelma di pagi
segarkan udara terus hilang
bagai kasih tersimpan di hati
sinar menerangi kertas berlubang

like mist that appears at dawn
freshens the air and immediately disappears
like the love kept in the heart
light shining through a perforated sheet

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Pantun - se bentuk cincin cari bahagia (translated to English)

se bentuk cincin cari bahagia
suami isteri menyarungi kasih
di tasik menyinar bunga seroja
menempuh hidup secara bersih

with a ring i try to find love
the husband and wife are bound by love
the lake shines with many lotuses
living life in a very clean way

sebentuk cincin cari bahagia
suami dan isteri menyarungi kasih
tasik di penuhi bunga seroja
kerjakan impian secara bersih

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Dalam Rindu

Bersamamu
Lalui hari-hari itu
Arungi lautan waktu
Dalam lagu

Dan cintaku
Sepertinya takkan layu
Bila kau tetap di hatiku
Dalam rindu

Kasihku
Kuingin sedikit kau tahu
Betapa berharga dirimu
Dalam hidupku

Tapiku
Tak ingin selalu menunggu
Gelisah dan tak menentu
Dalam ragu

Bersamamu
Meski kadang terasa pilu
Bagai tertusuk sembilu
Jiwaku sendu

Dan cintaku
Kuatkan raga dan jiwaku
Hadapi hari kelabu
Hujan dan salju

Kasihku
Coba kau dengarkan aku
Jangan terus hindariku
Lihat diriku

Karna ku
Tak ingin selalu terpaku
Hanya diam dan mengadu
Dalam kalbu

Akankah
Kau hapus semua gundah
Bagaikan sebuah anugerah
Ataukah itu hanya kata-kata indah

Kasihku
Kuingin sedikit kau tahu
Betapa berharga dirimu
Dalam hidupku

Tapiku
Tak ingin selalu menunggu
Gelisah dan tak menentu
Dalam ragu

Bersamamu
Lalui hari-hari itu
Dan kau tetap di hatiku
Dalam rindu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Pantun - sungei kampung kuantan sunyi gelap

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan mengawan sungguh menawan

kampung kuantan river is quiet and dark
the fishermen's oars slice a loneliness
the fireflies melt my night away
their flame of love takes my breathe away


sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan bercinta meriahkan percutian

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan cinta meriahkan percutian

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan mengawan berentak nyanyian

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan dan ketawa beretak nyanyian


sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencerahkan malam segenap
kilauan keriangan berentak nyanyian

kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan mengawan tanda kesucian

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Wajah Pagi di Wajahmu yang Malam Memancar Cahaya Malammu di Wajah Pagi

Sudah berapa banyak angka dari kalender
Merawat nyeri dari luka paragraf soliloqui
Pada bangunan yang dipurbakan
Setiap jeda waktu terteriak di mulutmu
Serupa dengung tawon dalam hutan
Deru suaramu meruwat perjalanan ngilu

Ngilu: Kau ceritakan lagi pagi ini
Seperti pagi yang lalu tanpa ingata
Mungkin di pagi yang lain, insomniamu
Dan kamu akan datang lagi, ceritakan nyeri
Pada kematian di hamparan panggung teater lengang
Lalu tegang di wajahmu
Lalu tenang seolah-olah
Pada bait-bait puisi
Yang kau sesalkan sebelum tidur
Lalu mimpi buruk melumat sesal
Sembunyikan ketakutan di bibirmu

Bibirmu: Cerita ngilu di sebuah pagi
"pada akhirnya batang tubuh berakal ini
menjadi analog-analog kecil dalam satwa
yang kau juga aku mengembunkannya
pada imajinasi untuk sesuap nasi."

Kau diam sebentar, bercakap kecil
Kulihat ke dalam matamu, ada luka

"Luka itu kawan, yang membuat senyum
di kanvas pagi yang ngilu pada ceritaku
selain luka tak ada lagi untuk sebuah cerita
dan kenangan hanya maut yang tak kukenal."

Kata-katamu menetaskan api pagi ini
Sebagaimana aksara di bibir penyair itu
Telah membakar puisi dan mengabu kini
Terhempas ke ladang-ladang petani
Terhimpit map-map plastik di kantor-kantor
Menempel di wajahmu sendiri
Pagi ini, lembut. Legam.

Kau diam kemudian
Sambil menunjuk jari ke tubuh ayam betina
Yang mencari makan sisa angin dan embun segar semalam
Jika hujan tak membawanya pergi
Dan kau tak mencolongnya untuk sepenggal diksi

"Lihatlah ayam betina itu, tenang dan tentram."

Sebab tak punyai kata-kata untuk luka
Maka waktu mengisi nyeri
pada jeritan sebelum subuh
Dan segala seperti mula asal
Bangkit lagi, kematian tak berupa
Bahkan catatan dikosongkan
Untuk nama-nama luka
Sesiang nanti, hari tak berharapan
Hari tanpa pangkuan
Selain hanya ceritamu

Yogyakarta,2011-2012

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Impian

Impian adalah sesuatu yang dapat berubah
Saat kita melewati waktu atau saat bertemu seseorang
Tidak mungkin tidak berubah
Saat kita telah mewujudkannya atau menemukan sesuatu yang baru
Bila kau terus menyangkal perubahan itu
Maka impianmu akan berubah menjadi beban
Karena kau akan terpaku padanya dan hilang jalan
Impian yang berubah bukan sesuatu yang memalukan
Bukan karena kita tidak berjuang atau menyerah menggapainya
Tapi impian adalah hasrat kita untuk menemukan tempat untuk diri kita sendiri

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

From Far Away: Jeida's Speech

Dunia ini luas
Bermacam-macam orang hidup dengan memegang cara pikirnya masing-masing
Di tempat yang tidak diketahui
Aku adalah bagian darinya juga
Aku dulu bermaksud menjalankan dunia seorang diri
Aku benar, tapi entah kenapa tak bisa menjalankan apa yang aku inginkan
Aku pernah hidup dalam kerisauan dan ratap tangis
Tapi mungkin karena aku dulu seperti ingin memasangkan dunia yang luas ini ke dalam bingkai yang kecil yaitu aku
Beban di pundakku telah kulepaskan
Sekarang aku akan mencari peranku sendiri
Tanpa tergesa-gesa, tanpa ambisi
Dengan santai
Sambil menjejakkan kaki di tanah

from kanata kara

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Puisi Sembilan Tabiat Cinta

Sembilan Tabiat Cinta


I.
Musim-musim hampiri cintaku. Padamu tak sempat kutitip rindu. Hujan pergi tinggalkan basah daunan. Aroma kembang menyemerbak ke udara. Tak ada wangi cintaku di sana. Segersang rindu di matamu akan diriku. Dahaga sepi dan nyerinya tertahan di atas sebidang dadaku. Resah bibirmu, terlampau suram kujamah warnanya. Apa kau tak mendengar degup musim menghujam jantung cintaku. Di sana rindu membiru di bibir waktu. Sebiru resahmu.

II.
Aku tulis tabiat cinta ini dengan ingatan terpenggal musim hujan. Terkambang bah di sungai coklat, terapung di selat kecil ditinggalkan para pengumpul pasir. Tak ada sauh tak ada jangkar untuk kulempar biar perahu waktu berhenti. Sebab laju perahu, nyeri gelombang lautan yang menderita di jantungku. Maka kutulis tabiat cinta ini atas nama rasa yang kurasa kesejukannya setiap embun jatuh seperti matamu menatapku.

III.
Aku mencintaimu bukan tanpa perhitungan, meski belum sepenuhnya tepat waktu. Tetapi aku tidak tergesa-gesa. Itulah sebabnya cintaku mengalir tenang. Serupa capung-capung senjahari terbang di atas hamparan padi menguning.

IV.
Cintaku hidup dari udara pagi di lembah-lembah, sawah dan ladang. Berhembus ke samudra mencipta awan. hujan deras adalah kesetiaanku padamu. Kesetiaan musim pada kesejukan. Dan apabila badai dan banjir datang itulah cemburu batinku yang sialan. Apa kau tak merasa ada kehidupan diantara jarak kita memandang?

V.
Kepadamu aku mencari kekuatan hidup dengan segala kesadaran dan fitrah kemanusiaan. Lalu cinta kubangkitkan di dalamnya dengan tangan-tangan api dan air. Hawa panas dan dingin adalah nafasku. Apa kau tak merasa hembusnya kekasih?

VI.
Tak ada kuasa untuk cinta. Jika ketakutan hadir sebab cemburu. Aku bicara dari lubuk bumi. Meski tak ada pohon bicara. Engkaulah maha pendengar kata-kata yang menjelma dedaunan dan reranting subur. Aku tersiksa oleh cinta. Kau tentu tak sudi mengurai air mata, ketika luka batinku menjeritkan nyeri letusan berapi. Tetapi, biarlah lahar panas menyulap rinduku.

VII.
Kita selalu bicara tentang cinta, nestapa, dan impian sejak pertemuan pertama. Meneguk anggur sampai mabuk, hingga kesadaran tunai di persimpangan menuju hidupmu-menemu hidupku. Kita sepakat lupakan segala, madu dan darah kita, lalu kita penuhi dengan air raksa.

VIII.
Cintaku, rasa sakit dari masa lalu, tak terasa oleh nyeri hari ini untuk masa depan.

IX.
Mari kita berdoa satu sama lain.

Yogyakarta,2011-2012

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Padam

Apa yang kau dapatkan, hargailah
Apa yang dipinjam, kembalikan
Sebelum semuanya menghilang
Dan api di dalammu padam
Apa yang kau simpan, rawatlah
Apa yang kau buang, relakan
Bila api di dalam dirimu telah padam
Kenangan pun tak lagi bisa membakar
Mimpi pun tak bisa lagi bersinar
Jadi jangan berhenti dulu
Sebab dewa masih memberimu waktu
Sebelum semuanya memudar
Dan api di dalammu padam

Apa yang kau inginkan, kejarlah
Apa yang kau takuti, hadapi
Sebelum semuanya menghilang
Dalam kegelapan yang kelam
Apa yang kau jaga, sayangilah
Apa yang kau benci, tangisi
Karena bila api yang ada telah padam
Ingatan pun tak lagi berarti
Jalan yang lebar pun tak lagi menarik
Jadi jangan mencemaskan hal yang tak perlu
Sebab meski terlihat tak ada waktu
Dan angin tak mau membantu
Kobaran di dadamu masih belum padam

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Mantra Hujan

Hujan, terus hujan sepanjang hari
Hujan yang tak henti
Seperti ingin mendinginkan bumi yang panas
Hingga kembali mengeras
Atau malah ingin menguasai dunia
Dengan melapukkan manusia

Hujan, terus hujan sepanjang hari
Hujan yang tak henti
Seperti ingin meminta hati yang sepi
Turut serta dalam nyanyian sunyi
Atau malah ingin menarik jiwa yang tak peduli
Masuk ke dalam tidur abadi

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share