Pantun - Biru Gelap Air di Laut Manukan (translated into English)

biru gelap laut di Pulau Manukan
dakwat berkesudahan untuk bina seni
cendekiawan jangan lupa tunaikan
bimbing kita ke lautan minda berisi

the sea water of Manukan Island is dark blue
a great supply to write about the arts
writers and intellectuals dont forget
to guide us to the sea of rich thoughts

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Related quotes

Pantun - Laut Manukan sebotol dakwat biru (translated to English)

laut di Manukan sebotol dakwat biru
gelombang biru gelap di ambang seni
cendekiawan yang sana jangan lupa buru
bimbing kita ke lautan minda berisi

the sea at Manukan is a bottle of blue ink
waves of dark blue in the lane of art
the intellectuals there please dont forget
lead us to the sea of mind that is filled with great things

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Jangan maksa

Jangan maksa cuma keinginan kita
Kalau kamu juga tidak mau dipaksa-paksa
Jangan maksa bersikap ceria
Kalau sedang tak ingin tertawa
Jangan maksa ngebut di jalan raya
Kalau nantinya malah celaka
Jangan maksa kelihatan kaya
Kalau hanya untuk gaya

Jangan maksa apa pun juga
Karena hasilnya pasti sia-sia
Jangan maksa tentang rasa suka
Karena cinta datang dengan rela
Jangan maksa tetap menderita
Karena hati bisa lebih keras dari baja
Jangan maksa tapi tanpa usaha
Karena keberuntungan bukan cara

Jangan maksa semua harus sempurna
Yang penting bermakna dan berguna
Jangan maksa anak-anak cepat dewasa
Biarkan mereka tumbuh apa adanya
Jangan maksa merasa punya kuasa
Tetap bersama saja sudah luar biasa
Jangan maksa menjadi serupa
Berbeda bukan hal yang hina

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Kota Kinabalu, Foodcourt

excited to hear
a young woman speaking
my language
as i was ordering
a roasted duck
and fried rice
beyond me a view of the
harbor facing
the manukan island

she says she is from Pagadian
and she is asking me if
i need a massage

poem by Ric S. BastasaReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

War Within

Kadang kita harus menunggu dengan tenang
Kadang kita harus segera menyerang
Kadang kita harus mencari celah untuk menang
Kadang kita tak boleh lengah dan tetap menerjang
Kadang kita lembut dan bergerak seperti bayang
Kadang kita ganas bagai hewan garang
Kadang itu akan membuat kita dikenang
Kadang itu hanyalah sebuah kekonyolan perang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Laut Di Tengah Keajaiban Musim Dingin

Meski angin bertiup kencang dan air laut mengamuk dashyat
Esok hari adalah suatu hari yang baru
Kau akan mengalirkannya
Meski dipisahkan oleh angin yang bertiup kencang
maupun ombak yang besar
Itulah pelosok pulau tempat orang yang kita cintai menunggu
Kau akan mengalirkannya
Ke hatimu
Nun jauh di balik bayang-bayang pulau
Di tengah laut yang arusnya deras
Burung putih akan membawa kembali arwah kekasih yang telah tiada
Membawa kembali
Suatu hari akan jatuh cinta pada seseorang
Meski ombak di laut ganas diterpa tiupan angin
Mencintai seseorang
Bukalah hatimu sekali lagi
Meski awan di langit jauh dari jangkauan
Kalau hati terbang jauh, cinta pun akan datang menjemput
Perasaan di dalam hati itu
Pasti akan sampai di pangkuanmu
Meski jaraknya jauh sekalipun

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Hidupkah Kau

Hidupkah kau untuk mengeluh
Dari terbitnya matahari hingga terbenam
Tentang kehidupan yang tak memuaskan
Dirimu yang selalu menginginkan kenyamanan
Ataukah terbersit sekali dalam pikiranmu
Untuk sejenak sedikit bersyukur
Tentang kehidupan yang masih kau punya saat ini
Bersama dengan harta yang mungkin kau tak sadari
Karena kau sibuk mengeluh
Dan lupa untuk menghargai dan menjaga hal itu

Hidupkah kau untuk meminta
Dari buaian bayi hingga ke liang kubur
Agar dirimu diutamakan
Dan tak juga belajar bersabar
Ataukah terbersit sekali dalam keinginanmu
Untuk berusaha sendiri
Lepas dari belas kasihan orang lain
Agar dirimu tak perlu lagi mengiba
Untuk memperoleh apa yang kau inginkan
Karena kau sibuk meminta
Dan lupa memberi dan memperbaiki hal itu

Hidupkah kau untuk mencela
Dari ujung bumi hingga dasar samudera
Menuding orang melakukan kesalahan
Dan mengangkat tinggi dagumu dengan sombong
Ataukah terbersit sekali dalam hatimu
Untuk sebentar saja bercermin
Memandang kembali segala persoalan
Dengan kepala jernih tanpa prasangka
Karena kau sibuk mencela
Dan lupa untuk belajar dan memahami hal itu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Jangan Malu-Malu

Jangan malu-malu
Lepaskan sepatumu
Lelehkan lantai yang beku
Dengan hentakan kakimu

Jangan ragu-ragu
Bila tak seorang pun bersamamu
Tak usah merasa malu
Bila mimpi tak sesuai keinginanmu

Jangan malu-malu
Buang semua ragu
Alunkan sebuah lagu
Untuk mengusir hati yang pilu

Jangan ragu-ragu
Bila kau inginkan sesuatu
Tunjukkanlah bila perlu
Tekadmu yang sekeras batu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Impian

Impian adalah sesuatu yang dapat berubah
Saat kita melewati waktu atau saat bertemu seseorang
Tidak mungkin tidak berubah
Saat kita telah mewujudkannya atau menemukan sesuatu yang baru
Bila kau terus menyangkal perubahan itu
Maka impianmu akan berubah menjadi beban
Karena kau akan terpaku padanya dan hilang jalan
Impian yang berubah bukan sesuatu yang memalukan
Bukan karena kita tidak berjuang atau menyerah menggapainya
Tapi impian adalah hasrat kita untuk menemukan tempat untuk diri kita sendiri

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Malaysiana - Pulau Batu Putih

Pulau Batu Putih
I feel a part of myself
gone too

Pulau Batu Putih
the white stone we fail
to sign our name on

Pulau Batu Putih
the white song we forgot
to sign our name on

MAY 23,2008

THE HAGUE: The International Court of Justice ruled Friday in favour of Singapore in a 28-year sovereignty dispute with Malaysia over the tiny, uninhabited island of Pulau Batu Puteh.

'The court, by 12 votes to four, finds that sovereignty... belongs to the Republic of Singapore, ' Judge Awn Shawkat Al-Khasawneh said, reading out the ruling. - AFP

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Senja kala

Senja kala di padang gema
Aku lupa rupa sang suara
Bisikan merayu di telinga
Atau angin ribut dari utara

Senja kala di batas jumpa
Aku lupa tanda sang cinta
Getaran bunga pertama
Atau gelora bulan purnama

Senja kala di ujung dupa
Aku lupa nada sang jiwa
Harum mewarnai dunia
Atau asap melayang di mata

Senja kala di jembatan tua
Aku lupa wangi sang gula
Manis melekat saat tertawa
Atau pahit di luka menganga

Senja kala di lubuk malam
Aku lupa belai sang cahaya
Kilau permata di laut tenang
Atau semburat merah di langit hitam

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Most Writers

Most writers 'twould seem have moments of self doubt
But they never go short of things to write about
And to become a top writer of one a big ask
And to succeed as a writer for many seems too daunting a task.

Most writers do not write for wealth or for fame
And despite lack of success they pen on just the same
For every one hundred thousand writers perhaps one writing millionaire
Amongst the ranks of the wealthy the writers are rare.

Few writers can hope for to scale success height
For the love of writing they only do write
Few writers get published and fewer know of success
But in their writings on paper their thoughts they express.

Most writers will never know wealth and renown
And they are not even well known in their own Hometown
They never will be known beyond their home shore
They write for the love of it and little more.

poem by Francis DugganReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

The lovely land

The sea is sky-blue and the sky, sea-blue.
The earth is coconut-brown and the coconut, earth brown.
The clouds are water-dark and the water, cloud-dark.
The paddy is grass-green and the grass, paddy-green.
The valleys are spice- rich and the spices, valley- rich.
The rivers are lagoon-seeking and the lagoons, river-seeking.
The rubber is wealth-prone and the wealth, rubber-prone.
The culture is art-borne and the arts, culture-borne.
The traditions are style made and the styles, tradition made.
The rich blur with the poor and the poor, with the rich.
Education sweeps like monsoon rain;
Hygiene shines like fountain water.
Pride surges like the Periyar in summer.
The people charm the land and the land, the people.
Men are woman friendly and women, men friendly.
The land is Kerala, lovely, lovely, lovely.

May,2007

poem by Rm. Shanmugam ChettiarReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Writers Are Born Not Made

Ocean is dry
And fount not secreting
Wind still rove the dry land
In its usual way
I want to write
Everything in me want to write
Even though ocean is dry
And fog too thick i can't see remote place
I must write
I must make thess two lovers
Starring at each otherexpressionlessly
Make love to yield readables
Writers are born not made
Writers write and write
When ocean overflow its limit
When ocean overdry that feet could
Navigate the way of ships
Writers write and write
For is in them to write.

poem by Alade Abayomi IdrisWhiteReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Manusia

Manusia

Manusia kau sering terlupa
Telupa akan erti hidup mu
Terlupa akan erti kemanusiaan
Terlupa akan maksud kewujudan mu

Keghairanmu mengejar dunia,
Membuatkau lupa, alpa
Kau lupa pada saudara-maramu
Kau lupa pada insan disekelilingmu
Kau lupa pada usia yang semakin meningkat
Kau lupa pada amal ibadatmu
Kau lupa,
Kau lupa pada TUHAN

Manusia,
Tanpa kau sedari kau telah pergi…
Pergi jauh meninggalkan dunia
Kau pergi tanpa kau sedari…!

Dalam sekelip mata kau hilang segalanya
Dalam sekelip mata keindahan dunia lenyap dari pandanganmu,

Kau menangis,
Tapi untuk apa?
Kau meratap
Tapi untuk siapa?

Penyesalanmu sudah terlambat
Pada siapa ingin kau ingin meminta…

Pandanganmu kosong!
Ratapanmu sayu…
Tangisanmu pilu!

Tiada siapa yang bias mendengarmu
Tiada siapa yang bisa melihat kehadiranmu
Hanya kau disitu
Menatap sayu insan-insan di sekelilingmu….
Menatap sayu sekujur tubuh kaku disisi mereka
Tapi?
Tapi itu tubuh siapa?

Itu kau!
Itu kau! ! !

Tubuh kaku itu milikmu
Kau menjeit memanggil mereka
Tapi sadarlah…
Mereka tidak bisa mendengar apalagi melihatmu…

“Hey aku disini, lihatlah aku. Aku disini pandanglah aku”
Tiada gunanya kau menjerit!
Tiada gunanya kau meminta! ! !

Percuma saja kau mencuba…
Kau bukan lagi sebahagian dari mereka…
Mereka hanya bisa memandang sekujur tubuh kaku itu saja,


Kau hanya berdiri disitu..
Menantia apa atau siapa..,
yang akan menjemput mu pulang
pulang

Pulang keasal mu.

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Happy Thoughts, Happy Thoughts, Think Happy Thoughts

I have to keep reminding myself to forget you.
Forget you and me.
(Happy thoughts, happy thoughts, think happy thoughts.)
You wanted me to promise to never say it again
Those three words
(Happy thoughts, happy thoughts, think happy thoughts)
Which is laughably easy to do right now because
We are so far out of touch I couldn’t reach you if I tried
(Happy thoughts, happy thoughts, think happy thoughts)
So I plod through grey days and inky dark nights
Heavy laden with regret
(Happy thoughts, happy thoughts, think happy thoughts)
Tomorrow I will remind myself to forget you.
Forget you and me.
12-25-07
djlw

poem by Shannon WrightReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

A Well Crafted Word

Why am I so philosophical, a philosopher a long time ago once wrote.
The song writer, script writer, poet and novelist like to use a great quote.
Some poems are written with a catchy rhyme and a theme.
A well crafted word can help and be a great writers dream.
Everyone knows that the pen is mightier than the sword.
A well crafted word can give the reader great reward.
'A metaphor is just like a simile'; An unknown author once quoted.
It's true about all writers I know, they all hate their words being misquoted.
To writers one and all, a well crafted word is always a must to write down.
Just remember this about all writers, they can make great use of a pronoun.

poem by Nichole Kaci McKnightReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Sirkulo Ng Buhay

Sirkulo ng buhay
mula sa lupa
muli'y...
sa lupa.

Ikaw man ngayon
ay nakatira sa malaking bahay
ikaw man ngayon
ay napapalamutian ng mga hiyas sa katawan
ikaw man ngayon
ay nasa pinakamataas na pedestal
ikaw man ngayon
ang kinikilalang pinakamaganda
pinakamatalino
pinakadalubhas a...

Sa sirkulo ng buhay
ikaw ay mananatiling kauri
ng mula sa lupa
muli'y...
sa lupa.

poem by Marites C. CayetanoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Beda antara kita

Beda antara kita...
hanya kita tahu,
kekuatan kita
kelemahan kita

manusia,
ciptaan tuhan
punya beda

tiada yang sama antara kita
hanya beda yang terlihat

beda kau dan aku
disegenap sudut
disegenap arah

hanya beda!

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Jangan Macam Macam dengan Nyawa

Jangan macam-macam
Di tubuhmu ada nyawa
Jangan terlena
Meski kau punya semua
Dalam sekejap mata
Semua bisa tak berguna
Saat maut menyapa

Jangan macam-macam
Di tanganmu ada nyawa
Tapi bukan kau punya
Meski kau tak peduli
Nanti pasti kau sesali
Bila ia akhirnya pergi
Dan takkan kembali

Jangan macam-macam
Di depanmu ada nyawa
Yang juga punya harga
Mesli kau tak mengerti
Karena belum kau kenali
Saat kau membuka diri
Kau akan menemukan arti

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Pantun - sungei kampung kuantan sunyi gelap

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan mengawan sungguh menawan

kampung kuantan river is quiet and dark
the fishermen's oars slice a loneliness
the fireflies melt my night away
their flame of love takes my breathe away


sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan bercinta meriahkan percutian

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan cinta meriahkan percutian

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan mengawan berentak nyanyian

sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan dan ketawa beretak nyanyian


sungei kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencerahkan malam segenap
kilauan keriangan berentak nyanyian

kampung kuantan sunyi gelap
dayung nelayan menghiris kesepian
kelip kelip mencair malam segenap
kilauan mengawan tanda kesucian

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share