Beda antara kita
Beda antara kita...
hanya kita tahu,
kekuatan kita
kelemahan kita
manusia,
ciptaan tuhan
punya beda
tiada yang sama antara kita
hanya beda yang terlihat
beda kau dan aku
disegenap sudut
disegenap arah
hanya beda!
poem by Qistina Zaini

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Related quotes
Mungkin
Mungkin aku telah tertipu mulut manismu
Padahal kau hanya menawarkan cinta palsu
Mungkin aku bermimpi memilikimu
Padahal aku terjebak permainan cintamu
Mungkin kau hanya mencari kebahagiaan semu
Dan aku hanya memuaskan rasa ingin tahuku
Mungkin kau tak memikirkan diriku
Dan kau membuatku percaya hanya itu
Mungkin aku tak peduli
Karena aku tak pernah menyesal memilihmu
Mungkin aku tak perlu mengerti
Karena aku terlanjur mencintaimu
Mungkin semua ini adalah kebohongan yang indah
Dunia ilusi yang kita ciptakan bersama
Mungkin kita semua mempunyai sebuah rahasia
Tentang perasaan sepi yang kita punya
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
War Within
Kadang kita harus menunggu dengan tenang
Kadang kita harus segera menyerang
Kadang kita harus mencari celah untuk menang
Kadang kita tak boleh lengah dan tetap menerjang
Kadang kita lembut dan bergerak seperti bayang
Kadang kita ganas bagai hewan garang
Kadang itu akan membuat kita dikenang
Kadang itu hanyalah sebuah kekonyolan perang
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Impian
Impian adalah sesuatu yang dapat berubah
Saat kita melewati waktu atau saat bertemu seseorang
Tidak mungkin tidak berubah
Saat kita telah mewujudkannya atau menemukan sesuatu yang baru
Bila kau terus menyangkal perubahan itu
Maka impianmu akan berubah menjadi beban
Karena kau akan terpaku padanya dan hilang jalan
Impian yang berubah bukan sesuatu yang memalukan
Bukan karena kita tidak berjuang atau menyerah menggapainya
Tapi impian adalah hasrat kita untuk menemukan tempat untuk diri kita sendiri
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Waktu yang Tepat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita secepat kilat
atau sewaktu berhitung cermat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila bergerak mendekat
atau bersabar menunggu penjerat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita melihat
atau ketika tak ada yang berbuat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita terus memahat
atau dimana semua sudah tersurat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kehormatan terdesak
atau kala keberanian terdapat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila musuh merapat
atau sewaktu tak terlambat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita menangkap waktu yang sesaat
atau saat melepas semua pemberat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila semua selamat
atau ketika datang mujizat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila emosi memuncak
atau dimana yang berkuasa adalah akal sehat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila janji sudah terikat
atau kala hidup dipenuhi karat
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Merah Putih
merah adalah berani
warna ksatria yang gagah
membela negeri
tapi bila hanya merah
yang ada hanya darah
putih adalah suci
warna sang perawan
bersahaja dalam diri
tapi bila hanya dia
yang ada hanya hampa
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Inig Takdol Sa Bulan
alang sa mga balakeros y balakeras)
inig takdol na gani sa bulan
ayaw og katingala nga dunay manubo
sa kilid sa atong mga bukobuko
dili nato ikaulaw ang atong kaliwat
dili kita nila mabasol sa atong pagkapak-an
gisunod lang nato ang ilang mga panaw
dili nato ikaulaw ang atong pagkawakwak
anad na kita nianang pagtukaw
anad na kita kon kita unya isalikway
poem by Ric S. Bastasa

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Kahit Kailan
Nagtatanong ang isip
Di raw maintindihan
Kung anong nararamdaman
Dapat mong malaman
Sa puso ko'y ikaw lamang
Ang nag iisa...
Pangangamba
Dapat bang isipin
Walang hanggan
Asahan mo na...
Kahit kailan
Di kita iiwan
Kahit kailan
Di kita pababayaan
Kahit kailan
Kahit kailan...
Bulong ng yung damdamin
Pagibig na walang hanggan
Ang siyang nais kong makamtan
Ngayon ay narito ako
Handang umibig sa iyo
Na walang katapusan...
Pangangamba
Dapat bang isipin?
Walang hanggan
Asahan mo na...
Kahit kailan
Di kita iiwan
Kahit kailan
Di kita pababayaan
Kahit kailan
Kahit kailan...
Kung ikaw ay mawala sa piling ko
Di na alam kung kakayanin pa kayang
Umibig pang muli
Kahit na ano pang mangyayari
Di maaring ipag-balik
Sasamahan pa kita
Hanggang sa huli.......
Kahit kailan
Di kita iiwan
Kahit kailan
Di kita pababayaan
Kahit kailan
Di magbabago
Kahit kailan
Kahit kailan...
poem by Sirius White

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Basta't Kasama Kita (w/english - 'As Long As You're With Me'-)
Basta't kasama kita
kahit ulam natin
ay tuyo at talong
sa mundo
ako'y ngingiti.
Basta't kasama kita
maglakad man sa baha
sa gabing madilim
sa buwan
ako'y ngingiti.
Basta't kasama kita
kahit maghapon kang
hindi kikibo
sa iyo
ako'y ngingiti.
Basta't kasama kita
asahan mo
ako'y ngingiti.
english translation
-As Long As You're With Me-
As long as you're with me
even if we only have dried fish
and eggplant for our meal
I will smile to the world.
As long as you're with me
even if we walk in the flood
in the dark night
I will smile to the moon.
As long as you're with me
even if you don't speak any words
the whole day long
I will smile to you.
As long as you're with me
surely,
I will smile.
poem by Marites C. Cayetano

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Duha Ka Maskara
Duha ang akong gipili
Nga maskara.
Puros puti.
Kaputli. Kahayag. Kagawasan
Alang nako. Gitagoan ko.
Nasayod ko kon kinsa ako.
Giganahan ka. Gihigugma mo
Ang gitagoan ko
Nga kangitngit.
Duha kita nga gamaskara.
Naghalok kita. Nagtandayay
Sa katre. Pipila na ba ka gabii?
Unsa pa bay kapuslanan
Nianang gitawag nila
Nga kamatuoran?
Nagmalipayon kita.
Dili na nato kinahanglan
Ang matuod.
Kadaghan na kana siya
Gipatay sa walay kukalooy.
Hala gaksa ko. Kanang hugot.
poem by Ric S. Bastasa

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Because of Love? (Indonesian Version)
Sering kali ingin kucoba mengerti dirimu
Namun semakin ku tak dapat mengerti kau begitu
Kadang kau mesra, kadang kau cemburu buta
Kadang kau dekat, kadang kau tak peduli
Tapi ku tak dapat mengerti diriku sendiri
Yang tetap di sampingmu walaupun kau begitu
Kadang ku bosan, kadang ku melayang
Kadang ku gundah
Apa yang membuat kita bersama?
Karena cinta
Ataukah mungkin rasa iba
Karena suka
Ataukah sudah terbiasa
Kita hidup dengan saling menerima
Berapa kali pun kucoba menghapus dirimu
Namun semakin kuhampa di dalam hatiku
Kurindu senyummu, kutelan pahitmu
Kuingin hangatmu, kutakut kehilanganmu
Mungkin kau juga pernah bertanya dalam hatimu
Masihkah ku berguna dalam hidupmu
Meski ku peragu, meski ku tak sempurna
Meski ku sakiti
Apa yang membuat kita bertahan?
Karena cinta
Ataukah mungkin rasa iba
Karena suka
Ataukah sudah terbiasa
Kita hidup dengan saling percaya
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Menatap lurus matamu (Indonesian)
lalu belajar mengerti dari awal,
membaca kembali ejaan yang tak pernah kau berikan,
karena sebagaimana pengertian dari awalnya
bermula dari keterpaksaan,
penderitaan yang dijalani,
akar tunjang yang membelit tumbuh
di pokok batangnya,
rumput yang tumbuh
di segala musim,
kerelaan yang tumbuh
dari bola matamu,
memperkaitkan sepi pada pengertian,
alam benda-benda yang ada di kerajaan hati,
entah berapa kali aku mengemis padamu,
jangan buatkan sarang laba-laba yang menjebakku,
jadi magsamu,
terpikat masuk ke bola matamu,
terjebak sukma ruhmu,
melewati aliran nadi,
memenuhi hasrat,
pelajaran apalagi ini?
bermula dari kekosongan mengisi setiap rongga jiwa,
penderitaan adalah awal persetubuhan,
persetubuhan yang akan menjadi puing-puing
kenangan dalam matamu,
hendakkah kau buang,
bagi matamu yang penyair,
barangkali akan tinggalkan sebagai kata,
yang kembali dieja dengan apa saja judul puisimu,
tetapi tetap saja persetubuhan kita tak kekal,
hanya kekal dalam matamu dan mataku,
suatu kali kita bangun kerajaan dalam semalam,
aku puaskan membangunkan pualam istana,
cuma dalam matamu,
setelah kekeringan yang punah,
dibakar, apalagi ini?
lalu belajar mengerti kembali…..
(2001)
poem by Imam Setiaji Ronoatmojo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Manusia
Manusia
Manusia kau sering terlupa
Telupa akan erti hidup mu
Terlupa akan erti kemanusiaan
Terlupa akan maksud kewujudan mu
Keghairanmu mengejar dunia,
Membuatkau lupa, alpa
Kau lupa pada saudara-maramu
Kau lupa pada insan disekelilingmu
Kau lupa pada usia yang semakin meningkat
Kau lupa pada amal ibadatmu
Kau lupa,
Kau lupa pada TUHAN
Manusia,
Tanpa kau sedari kau telah pergi…
Pergi jauh meninggalkan dunia
Kau pergi tanpa kau sedari…!
Dalam sekelip mata kau hilang segalanya
Dalam sekelip mata keindahan dunia lenyap dari pandanganmu,
Kau menangis,
Tapi untuk apa?
Kau meratap
Tapi untuk siapa?
Penyesalanmu sudah terlambat
Pada siapa ingin kau ingin meminta…
Pandanganmu kosong!
Ratapanmu sayu…
Tangisanmu pilu!
Tiada siapa yang bias mendengarmu
Tiada siapa yang bisa melihat kehadiranmu
Hanya kau disitu
Menatap sayu insan-insan di sekelilingmu….
Menatap sayu sekujur tubuh kaku disisi mereka
Tapi?
Tapi itu tubuh siapa?
Itu kau!
Itu kau! ! !
Tubuh kaku itu milikmu
Kau menjeit memanggil mereka
Tapi sadarlah…
Mereka tidak bisa mendengar apalagi melihatmu…
“Hey aku disini, lihatlah aku. Aku disini pandanglah aku”
Tiada gunanya kau menjerit!
Tiada gunanya kau meminta! ! !
Percuma saja kau mencuba…
Kau bukan lagi sebahagian dari mereka…
Mereka hanya bisa memandang sekujur tubuh kaku itu saja,
Kau hanya berdiri disitu..
Menantia apa atau siapa..,
yang akan menjemput mu pulang
pulang
Pulang keasal mu.
poem by Qistina Zaini

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Didto Sa Bukid Ang Mga Mannga Walay Tag-iya
Kaniadto walay mga labat ang mga balay
Pati na ang mga bungtod sa atong balangay
Kaniadto magsabot kita nga manglakaw
Paingon sa mga bungtod diin ang kamanggahan
Walay mga tag-iya. Diin didto kusog kaayo
ang hangin ug ang mga hinog talumtumon na
Sa katam-is, nangahulog ug wala gani namunit.
Nagdala kita ug sako. Nagpadidit kita sa mga palwa,
Nagdula sa taas sa bungtod sa bugnaw nga
Mga sagbot ilalom sa mga asul nga mga panganod
Nanaka kita sa mga punoan, ug ang mga bunga
Atong giduladulaan, gipahalok sa atong mga aping.
Tam-is kaayo sa atong panumduman: Nanguli ta
Uban sa sinako natong mga mangga. Nagkanta-
Kanta kita sa silong sa takdol nga bulan sa gamay
Tang agi-anan padulong sa atong balay. Halok
Sa kamot ni nanay ug tatay. Bag-o lang kong niuli
Didto sa atoa. Wala na ang mga kamanggahan
Ug ang mga bungtod gipanglabat na. Wala na
Ang kanhi gagmayng natong agianan. Wala na
Ang mga bata. Ug si Nanay ug Tatay patay na.
poem by Ric S. Bastasa

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Jangan maksa
Jangan maksa cuma keinginan kita
Kalau kamu juga tidak mau dipaksa-paksa
Jangan maksa bersikap ceria
Kalau sedang tak ingin tertawa
Jangan maksa ngebut di jalan raya
Kalau nantinya malah celaka
Jangan maksa kelihatan kaya
Kalau hanya untuk gaya
Jangan maksa apa pun juga
Karena hasilnya pasti sia-sia
Jangan maksa tentang rasa suka
Karena cinta datang dengan rela
Jangan maksa tetap menderita
Karena hati bisa lebih keras dari baja
Jangan maksa tapi tanpa usaha
Karena keberuntungan bukan cara
Jangan maksa semua harus sempurna
Yang penting bermakna dan berguna
Jangan maksa anak-anak cepat dewasa
Biarkan mereka tumbuh apa adanya
Jangan maksa merasa punya kuasa
Tetap bersama saja sudah luar biasa
Jangan maksa menjadi serupa
Berbeda bukan hal yang hina
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Tinagidyot nga Panultihon ni Inday
27 August 2008
(alang sa tanang asawa nga gibiyaan sa ilang mga bana)
Diyutay niining kamingaw
Diyutay nianang panghungaw
Apan wala’y bisan diyutay nga katugnaw
Kay kita kahibalo maghulat sa adlaw
Bisan pa wala’y silaw nga motilap sa bangaw
Diyutay niining pag-antos
Diyutay nianang pagbugkos sa kahapdos
Apan wala’y bisan diyutay nga pagbasol
Kay kita kahibalo man pud mangita og ginamos
Bisan pa ang tanan mobalikos
Diyutay niining mirisi
Diyutay nianang kapintas
Apan wala’y bisan diyutay nga pakyas
Kay kita kahibalo magpadayon
Bisan nahimong aliwas ang atong kapikas
poem by Cindy Velasquez

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Boulevard sa Dumaguete
Daghang balak kuno ang
Nasulat sa mga
Nakaabot dinhi
Sa paglakaw sa sayo
Sa buntag
Sa boulevard sa Dumaguete
Kita ang mga panganod
Nga dili matandog
Sa hangin
Kita ang naglawig
Nga sakayan
Tingog sa bugsay
Ang akong nadungog
Sa kaadlawon
Nakita ko ang lunsay
Nga dagat
Ang mga lumot nga lunhaw
Sa daplin sa baybayon
Sa hinay
Nangapalong ang mga suga
Nga naglaray
Sa boulevard
Morag mga mata nga
Mipiyong kay
Mobuka na ang maanyag
Nga kabuntagon
Gisud-ong ko kini
Sa tumang kalipay.
poem by Ric S. Bastasa

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Countrymen Ballad
mengadu nasib di negeri sendiri
tak punya uang jadi masalah
punya uang jadi omongan
jadi kuli atau tukang pulung
yang penting kenyang dan halal
terlilit utang sudah biasa
ketiban malang masih untung juga
sungguh enak di negeri sendiri
tidur nyenyak di mana saja
asal pandai cari situasi
biar kata orang rusuh
yang penting hidup dan bahagia
diinjak orang sudah biasa
ketimpuk batu selamat juga
hari ini kita berjaya
esok serahkan pada-Nya
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Sa Pagbalik Nato Dinhi
(hubad sa Iningles nga balak ni Mark Strand)
Nabuhat nato ang atong gusto.
Atong gibulabog ang mga damgo, gipalabi nato ang dagkong kakugi.
Ang matag usa kanato, naghangop sa kagul-anan
Ug atong gidapit ang kapildihon sama sa usa ka naandan nga dili maputol.
Ug karon ania kita dinhi.
Ang panihapon andam na ug dili ta mangaon.
Ang karne naglingkod sa tin-aw nga lanaw sa iyang sulaan.
Nagpaabot ang bino.
Pag-abot dinhi
Anaa ang ganti: kay walay gisaad, wala usa’y pagadalhon.
Wala tay kasingkasing o makaluwas nga kaambong,
Walay dapit nga kapaingnan, wala'y katarongan nga kita magpabilin.
poem by Ric S. Bastasa

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Kon Mosulat Ko Og Balak Sa Gugma Alang Kanimo
kon mosulat ko
og balak sa gugma bahin natong duha
buot nako nga ang mga pulong
sama sa mga sulog sa tubig sa suba
tapad sa kanipaan ug mga kasagbotan
kanang naa ta sa daplin
ug dili kabantay
sa paglabay sa dakong sulog
hangtod maanod tang duha
manghawid ka sa sagbot
apan maibot kini
manghawid ko sa nipa apan
malangkat ang dahon ug ako
madakin-as ug ikaw mohawid
sa akong kamot ug kitang duha
mangaanod ug dili ta manyagit
aron kita tabangan
magpaanod lamang kita
kuyog sa dakong baha
diin dili tang duha kabalo
kon asa ang padulngan
poem by Ric S. Bastasa

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Pusong Sabik
Damdamin ko'y hindi pa rin nag-iiba
Puso'y sumikdo noong masilayan ka
Ngunit ang hirap pala
Kung pag-ibig ay sinasawata
Mga luha'y ibig kumawala
Pagkat ang iyong pag-sinta ay 'di ko nadama
Abot kamay ka na lang
Ngunit di man lang kita nahawakan
Abot tanaw ka na nga
Ngunit di ka man lang natitigan
Pagkakataon siguro ay sadyang hindi laan
Kaya't sa panaginip na lang kita mahahagkan
poem by Rose de Ramar

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!