Politik Empiris
Orang narsis
Jangan sok eksis
Bikin orang meringis
Sampai ingin menangis
Orang politis
Jangan sok kritis
Cuma bikin krisis
Sampai sakit psikis
Para gadis
Jangan hanya manis
Belajarlah sedikit egois
Berjuang sampai habis
Para sinis
Tetaplah sedikit sadis
Walau hujan gerimis
Menambah rona puitis
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Related quotes
Unholy Man
Meski kau bukan orang tersuci
Meski kau bukan orang terhebat
Setidaknya ada orang yang
Sepenuh hati mencintaimu
Setulus hati menyayangimu
Jadi jangan kau siakan air matanya
Jangan kau siakan penantiannya
Meski kau bukan orang yang paling baik
Meski kau bukan orang yang tertulus di dunia
Setidaknya kau masih punya
Rasa di dalam hatimu
Denyut hidup di dalam darahmu
Jadi jangan kau siakan dengan harga diri
Jangan kau siakan dengan segala kemunafikan
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Jangan maksa
Jangan maksa cuma keinginan kita
Kalau kamu juga tidak mau dipaksa-paksa
Jangan maksa bersikap ceria
Kalau sedang tak ingin tertawa
Jangan maksa ngebut di jalan raya
Kalau nantinya malah celaka
Jangan maksa kelihatan kaya
Kalau hanya untuk gaya
Jangan maksa apa pun juga
Karena hasilnya pasti sia-sia
Jangan maksa tentang rasa suka
Karena cinta datang dengan rela
Jangan maksa tetap menderita
Karena hati bisa lebih keras dari baja
Jangan maksa tapi tanpa usaha
Karena keberuntungan bukan cara
Jangan maksa semua harus sempurna
Yang penting bermakna dan berguna
Jangan maksa anak-anak cepat dewasa
Biarkan mereka tumbuh apa adanya
Jangan maksa merasa punya kuasa
Tetap bersama saja sudah luar biasa
Jangan maksa menjadi serupa
Berbeda bukan hal yang hina
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Dalam Rindu
Bersamamu
Lalui hari-hari itu
Arungi lautan waktu
Dalam lagu
Dan cintaku
Sepertinya takkan layu
Bila kau tetap di hatiku
Dalam rindu
Kasihku
Kuingin sedikit kau tahu
Betapa berharga dirimu
Dalam hidupku
Tapiku
Tak ingin selalu menunggu
Gelisah dan tak menentu
Dalam ragu
Bersamamu
Meski kadang terasa pilu
Bagai tertusuk sembilu
Jiwaku sendu
Dan cintaku
Kuatkan raga dan jiwaku
Hadapi hari kelabu
Hujan dan salju
Kasihku
Coba kau dengarkan aku
Jangan terus hindariku
Lihat diriku
Karna ku
Tak ingin selalu terpaku
Hanya diam dan mengadu
Dalam kalbu
Akankah
Kau hapus semua gundah
Bagaikan sebuah anugerah
Ataukah itu hanya kata-kata indah
Kasihku
Kuingin sedikit kau tahu
Betapa berharga dirimu
Dalam hidupku
Tapiku
Tak ingin selalu menunggu
Gelisah dan tak menentu
Dalam ragu
Bersamamu
Lalui hari-hari itu
Dan kau tetap di hatiku
Dalam rindu
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Jangan Malu-Malu
Jangan malu-malu
Lepaskan sepatumu
Lelehkan lantai yang beku
Dengan hentakan kakimu
Jangan ragu-ragu
Bila tak seorang pun bersamamu
Tak usah merasa malu
Bila mimpi tak sesuai keinginanmu
Jangan malu-malu
Buang semua ragu
Alunkan sebuah lagu
Untuk mengusir hati yang pilu
Jangan ragu-ragu
Bila kau inginkan sesuatu
Tunjukkanlah bila perlu
Tekadmu yang sekeras batu
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Jangan Macam Macam dengan Nyawa
Jangan macam-macam
Di tubuhmu ada nyawa
Jangan terlena
Meski kau punya semua
Dalam sekejap mata
Semua bisa tak berguna
Saat maut menyapa
Jangan macam-macam
Di tanganmu ada nyawa
Tapi bukan kau punya
Meski kau tak peduli
Nanti pasti kau sesali
Bila ia akhirnya pergi
Dan takkan kembali
Jangan macam-macam
Di depanmu ada nyawa
Yang juga punya harga
Mesli kau tak mengerti
Karena belum kau kenali
Saat kau membuka diri
Kau akan menemukan arti
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Tans For The Memory (Orangutans)
I have often seen orang-utans kept captive in a zoo;
To meet one, in the wild, would be a dream come true.
Without human help, orang-utans may cease to exist;
Their presence on earth would be very sorely missed.
They will never refuse a kind human’s helping hand,
But, it is the poachers who they are unable to stand.
On the forest floor, they forage for fresh, juicy fruit.
The baby orang-utans especially, are really rather cute.
When meeting an orang-utan, you realise how smart they are;
With the human mind, orang-utans are almost on a level par.
Just like us humans, they experience real thoughts and feelings;
News that they are being slaughtered, has really left me reeling.
These defenceless creatures are unable to escape the slaughter;
Their numbers have now been cut down by more than a quarter.
Wealthy businessmen are paying people to shoot orang-utans dead;
Humans are killing them, when we should be helping them instead.
Their habitat has been dramatically reduced by deforestation;
Trees are chopped down, to make way for palm oil plantations.
The adults are shot, but, often, the terrified babies are saved;
As posh people’s pets, they often find themselves enslaved.
On each of their heads, there hangs a seventy pound bill;
At the very thought of this, my bones are totally chilled.
Orang-utans are in desperate decline, and that is a sad fact;
Their numbers will keep on dwindling, unless we humans act.
poem by Angela Wybrow

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Omamori
Hai, para kekasih
Lindungilah cintamu
Dengan kepercayaan dan kesetiaan
Bukan dengan cemburu dan harga diri
Hai, para orang tua
Lindungilah anakmu
Dengan pengertian dan kasih sayang
Bukan dengan perintah dan larangan
Hai, para sahabat
Lindungilah temanmu
Dengan ketulusan dan doa
Bukan dengan rasa kasihan dan ikatan sumpah
Hai, para pemimpin
Lindungilah rakyatmu
Dengan rasa aman dan kesempatan
Bukan dengan ketakutan dan pengekangan
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Sadness
mengapa bersedih
mengapa menangis
tak habis-habis
anggur tak terasa manis
why are you sad
why do you cry
never ending sore
this wine tastes sour
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Sang Pujaan
Dia terus saja memandangmu
Gadis yang melihat dari atas jendela
Dan gadis yang berpapasan di jalan
Dia jelas-jelas mengagumimu
Gadis pembuat kue
Dan gadis anak penjahit
Tapi mungkin kau tak menyadarinya
Hatimu begitu dingin dan acuh
Dia pasti mengincarmu
Gadis putri tuan tanah
Dan gadis penyanyi bar itu
Dia juga diam-diam mencintaimu
Gadis pemalu yang tak sanggup memandangmu
Dan gadis sahabat yang ada di dekatmu
Tapi mungkin kau tak peduli
Hatimu sangat dingin dan tak tersentuh
Siapakah dia yang akan kau ajak ke pesta?
Siapakah dia yang akan kau ajak berdansa?
Gadis yang cantikkah atau biasa saja
Siapakah dia yang akan kau pilih?
Siapakah dia yang mencuri perhatianmu?
Gadis yang ceriakah atau gadis yang lembut
Seisi kota begitu ingin tahu tentangmu
Tapi kau masih saja berjalan dengan santai
Mengapa kau begitu mempesona setiap gadis?
Mengapa tak kau pilih salah satu saja?
Gadis yang kau kenal baik atau gadis yang dijodohkan
Berilah kesempatan pada para gadis untuk mendapatkanmu
Juga beri kesempatan para pria untuk mendapat gadis
Bila tak juga mencari seisi kota akan menjadi gila
Dia yang mencintaimu akan menyelamatkanmu
Dia yang kau cintai akan menyelamatkan kami semua!
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Hidupkah Kau
Hidupkah kau untuk mengeluh
Dari terbitnya matahari hingga terbenam
Tentang kehidupan yang tak memuaskan
Dirimu yang selalu menginginkan kenyamanan
Ataukah terbersit sekali dalam pikiranmu
Untuk sejenak sedikit bersyukur
Tentang kehidupan yang masih kau punya saat ini
Bersama dengan harta yang mungkin kau tak sadari
Karena kau sibuk mengeluh
Dan lupa untuk menghargai dan menjaga hal itu
Hidupkah kau untuk meminta
Dari buaian bayi hingga ke liang kubur
Agar dirimu diutamakan
Dan tak juga belajar bersabar
Ataukah terbersit sekali dalam keinginanmu
Untuk berusaha sendiri
Lepas dari belas kasihan orang lain
Agar dirimu tak perlu lagi mengiba
Untuk memperoleh apa yang kau inginkan
Karena kau sibuk meminta
Dan lupa memberi dan memperbaiki hal itu
Hidupkah kau untuk mencela
Dari ujung bumi hingga dasar samudera
Menuding orang melakukan kesalahan
Dan mengangkat tinggi dagumu dengan sombong
Ataukah terbersit sekali dalam hatimu
Untuk sebentar saja bercermin
Memandang kembali segala persoalan
Dengan kepala jernih tanpa prasangka
Karena kau sibuk mencela
Dan lupa untuk belajar dan memahami hal itu
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Mantra Hujan
Hujan, terus hujan sepanjang hari
Hujan yang tak henti
Seperti ingin mendinginkan bumi yang panas
Hingga kembali mengeras
Atau malah ingin menguasai dunia
Dengan melapukkan manusia
Hujan, terus hujan sepanjang hari
Hujan yang tak henti
Seperti ingin meminta hati yang sepi
Turut serta dalam nyanyian sunyi
Atau malah ingin menarik jiwa yang tak peduli
Masuk ke dalam tidur abadi
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Countrymen Ballad
mengadu nasib di negeri sendiri
tak punya uang jadi masalah
punya uang jadi omongan
jadi kuli atau tukang pulung
yang penting kenyang dan halal
terlilit utang sudah biasa
ketiban malang masih untung juga
sungguh enak di negeri sendiri
tidur nyenyak di mana saja
asal pandai cari situasi
biar kata orang rusuh
yang penting hidup dan bahagia
diinjak orang sudah biasa
ketimpuk batu selamat juga
hari ini kita berjaya
esok serahkan pada-Nya
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Para Qu
Para qu las joyas
que cubren tu cuerpo?
Para qu el dinero
de cien aos de trabajo?
Para qu la fama
de los intocables?
Para qu las falsas caras
de lo cotidiano?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu los lentes
que cubren tus ojos?
Para qu el cansancio
de cien aos de trabajo?
Para qu matarse
por las apariencias?
Para qu dejar
que nos acabe la violencia?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
Para qu?
si a la tumba
no se lleva
ni el dinero
ni el poder.
si a la tumba
no se lleva
ni el dinero
ni el poder.
Slo lo que en el alma queda.
Slo lo que en el alma queda.
Slo lo que en el alma queda.
Slo lo que en el alma queda.
si a la tumba
no se lleva
ni el dinero
ni el poder.
si a la tumba
no se lleva
ni el dinero
ni el poder.
Slo lo que en el alma queda.
Slo lo que en el alma queda.
Slo lo que en el alma queda.
Slo lo que en el alma queda.
song performed by by Juanes

Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!
Laut Di Tengah Keajaiban Musim Dingin
Meski angin bertiup kencang dan air laut mengamuk dashyat
Esok hari adalah suatu hari yang baru
Kau akan mengalirkannya
Meski dipisahkan oleh angin yang bertiup kencang
maupun ombak yang besar
Itulah pelosok pulau tempat orang yang kita cintai menunggu
Kau akan mengalirkannya
Ke hatimu
Nun jauh di balik bayang-bayang pulau
Di tengah laut yang arusnya deras
Burung putih akan membawa kembali arwah kekasih yang telah tiada
Membawa kembali
Suatu hari akan jatuh cinta pada seseorang
Meski ombak di laut ganas diterpa tiupan angin
Mencintai seseorang
Bukalah hatimu sekali lagi
Meski awan di langit jauh dari jangkauan
Kalau hati terbang jauh, cinta pun akan datang menjemput
Perasaan di dalam hati itu
Pasti akan sampai di pangkuanmu
Meski jaraknya jauh sekalipun
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Cinta Beku
Aku takkan berikan hatiku pada dirimu
Aku takkan buka lembaran cinta bersamamu
Karena ku tahu
Hanya pedih yang kan ku rasakan
Karena ku tahu
Bukan cinta tulus yang kau jalin denganku
Aku takkan berpaling meski kau inginkan aku
Aku takkan tersentuh meski kau rayu diriku
Meski senyummu
Buai ku dan ku terlena
Meski sepiku
Ingin hangatnya perasaan itu
Sudahlah
Jangan paksa lagi diriku
Jadi sudahlah
Pergilah kau dari hidupku
Pernah ku bermimpi kau yang selalu kutunggu
Dan ku terhanyut dalam khayalan semu
Ku tak tahu
Mana dirimu yang sesungguhnya
Ku tak tahu
Dapatkah ku percaya padamu
Sudahlah
Biarkan semua berlalu
Jadi sudahlah
Bawa jauh cerita itu
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Politik Keripik
Penuh intrik
Ngga asyik
Cuma kritik
Bikin berisik
Banyak gimmick
Nambah polemik
Seumur keripik
Untuk klik
Demi egoistik
Dan logistik
Seperti itik
Batal cantik
Sungguh munafik
Tanpa etik
Itulah politik
Segaring keripik
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Padam
Apa yang kau dapatkan, hargailah
Apa yang dipinjam, kembalikan
Sebelum semuanya menghilang
Dan api di dalammu padam
Apa yang kau simpan, rawatlah
Apa yang kau buang, relakan
Bila api di dalam dirimu telah padam
Kenangan pun tak lagi bisa membakar
Mimpi pun tak bisa lagi bersinar
Jadi jangan berhenti dulu
Sebab dewa masih memberimu waktu
Sebelum semuanya memudar
Dan api di dalammu padam
Apa yang kau inginkan, kejarlah
Apa yang kau takuti, hadapi
Sebelum semuanya menghilang
Dalam kegelapan yang kelam
Apa yang kau jaga, sayangilah
Apa yang kau benci, tangisi
Karena bila api yang ada telah padam
Ingatan pun tak lagi berarti
Jalan yang lebar pun tak lagi menarik
Jadi jangan mencemaskan hal yang tak perlu
Sebab meski terlihat tak ada waktu
Dan angin tak mau membantu
Kobaran di dadamu masih belum padam
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Bien O Mal
Dando vueltas el dia de ayer
Hasta el final lo pense muy bien
Siento que esta vez tengo razon
No se por que
Pero algo va a pasar
Lentamente se va a acabar
Para bien o para mal
Lentamente se va a acabar
Para bien o para mal
Tiene que pasar
Observando con claridad
Con el miedo de poder fallar
O mejor cambiar de decision
No se por que
Pero algo va a pasar
Lentamente se va a acabar
Para bien o para mal
Lentamente se va a acabar
Para bien o para mal
Tiene que pasar
Y tal vez nada va a cambiar si te vas
En otra ocasion
Y tal vez nada va a pasar si te vas
En otra direccion...
...O en otra situacion
Lentamente se va a acabar
Para bien o para mal
Lentamente se va a acabar
Para bien o para mal
Tiene que pasar
song performed by by Zurdok

Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!
Pantun - Air Sungei Menyinar Yinar (Translated Into English)
air sungei menyinar yinar
menyusul gunung dan rimba
impian seluas laut di kejar
cekap, sabar sampai ku tiba
(malay language)
the water in the river sparkles
it runs by the mountain and forest
a dream wide as the sea i am chasing
efficient, patience, till i arrive
poem by John Tiong Chunghoo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!
Perang Bayang
pernah kulihat tanpa terkenang
pernah kutahan sebatas sayang
rinduku tuk dibelai hilang
oh, mengapa nasib dirundung malang
kuambil sebilah parang
maksud bertemu nenek moyang
di lubuk berkecamuk perang
hingga tanganku menghalang
tak jatuh ke taju pedang
dan terbang semua bimbang
matiku tak ingin meradang
seperti sapi potong siap dihidang
hidupku tak ingin kubuang
walau hanya selintas pandang
poem by Maria Sudibyo

Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!