Kawulaning Gusti (Javanese)

Kawulaning Gusti gandrung nir ngunjuk anggur
Kawulaning Gusti tuwuk nir ngersaaken dhahar
Kawulaning Gusti mamring kecalan margi
Kawulaning Gusti nir dhahar nir sare
Kawulaning Gusti panditoning ratu kanthi ageman kere
Kawulaning Gusti bondho ing reruntuhaning puing-puing
Kawulaning Gusti mboten saking howo lan siti
Kawulaning Gusti mboten saking geni lan toya
Kawulaning Gusti samudro tanpa wates
Kawulaning Gusti ngedalaken manik-berlian tanpa mendung
Kawulaning Gusti gadhah maewu rembulan langit
Kawulaning Gusti gadhah maatus srengenge
Kawulaning Gusti wicak sakmawis panandang
Kawulaning Gusti lelono mboten kanthi kitab
Kawulaning Gusti ing sakjabaning kafir
Kawulaning Gusti suwung megatruh
Kawulaning Gusti tansah nglilir tugur wekdal dalu
Kawulaning Gusti primpen kasimpen, Shams-i din
Kawulaning Gusti: monggo sinauso pun padosi!

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Related quotes

The Light Kampong

duh gusti
here very near to you
but very far you've come
me lowly
just a speck of dust
how quiet
in your room too far
my wanderings will not be able to reach you
my tears could not achieve my longing

duh gusti, my beloved
if you teach me arithmetic
only 10 fingers of mine
but can not afford the billions of
i remember
remember of you were only a fingers
constellations of the pulse
why do always come up empty?
in cold-room space

duh gusti
within a short memory
eyes are blinded
throne which includes 20 billion years
billions of light
and the throne of the heart of nature
slave longing for home
to your kampong

(2012)

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Muwuno (Javanese)

(Matsnawi, Kitab kaping gangsal 65-149)


Amarganing mego muwun, tetamaning sari mapaes
Amarganing muwunipun tetimur, pangudi wentah ngalir

Ing wancinipun tetimur mangertos, ngudakara
"Kawulo muwun amrih kinasih rumekso"

Lamun siro mangertoso bilih sang Kinasih jeng binothoro?
Mboten apeparing bilih sang timur tan amemuwun

Gusti angendiko, "Tansah muwuno"
Mirengno, pangudi wentah tansah ngaliri tetamaning sari

Tangisaning mego lan panasing srengenge
Pakuning bawono, hanyengkuyung kekalihe

Bilih sirnoning mego muwun lan srengenge panas
Kadyo pundi sakabehing rumekso

Kadyo pundi musim agegantos rasukan?
Bilih suryaning tangis kapedhot lan lingsir

Suryo ingkang ngobong lan mego ingkang muwun
Wohing gesang makantar-kantar

Sumelehno grahitoning siro awu kaobong
Den jeng netro ngalirke bening toya

Muwuno kadya lare alit, lamun siro dhahar roti siro
amargo roti rogo siro ngendhataken beningipun sukmo

Nalikaning rogo siro subur ron tetuwuhan
Dalunipun sukmo ngguguraken layuning ron

Suburing rogo injih kerontangipun sukmo
Cecaketa-ngguguraken rogo tuwuhaken sukmo

Silihno Gusti, silihono suburing rogomu
Tukerno mring taman sari kapaes sukmo

Aturno, sudanen panganan rogo siro
Tan gumilang suryo sukmo siro makantar-kantar

Naliko rogo ngedalaken sedoyo ingkang kotor
Gusti nglintokake sedoyo wewangian

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Setelah Perayaan

Terpuruk ku di sini
Di antara debu sisa-sisa kembang api
Awan di langit malam yang gelap
Kabut asap yang mengambang
Dengan bau mesiu habis terbakar
Tak ada lagi bunga yang berpendar warna-warni
Tak ada lintasan cahaya yang bersahutan bernyanyi
Bagaikan sebuah orkestra tanpa suara
Lalu aku kembali pada kesendirian
Keramaian lamat-lamat meninggalkan diriku
Yang terlalu lamban bergerak untuk mengejar mimpi
Yang kupunya hanya hasrat yang telah mati
Menunggu sejumput percikan api
Mengenaiku kembali
Dan aku akan melesat di tengah hitamnya langit malam
Berpendar dengan membakar seluruh diriku
Lalu aku akan menghilang dalam hujan bunga api
Berharap seseorang melayangkan pandang sekali
Diriku yang telah telantar dan dilupakan
Tanpa sempat memenuhi janjiku untuk menjadi
Kembang api yang tak gagal lagi

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Cahaya Dewa (the goddess light)

Dia cahaya dewaku..
Cahaya Hidupku..
Cahaya Jiwaku..
Menyinari aku..
Jiwaku..cintaku

Aku,

Aku
diam...

aku.
Sunyi...

Diam tanpa dia,
Sunyi tanpa hadirnya
Kerna dia...

Cahaya dewaku..cahaya hatiku
Dia mentari yang menyinar dalam gelita malamku
Dia, Surya yang bercahaya dalam sunyi hariku

Membawa pergi hatiku...
Membawa pergi jiwaku

Pergi jauh,
Jauh kealamnya
Alamnya..
Alamnya...
Yang tiada jalan kembali
Yang ada Cuma gerbang masuk
Tanpa kembali

Apa...
Apa aku harus kesana?
Mengambil semula hatiku
Jiwaku...
Cintaku..

Apa aku sanggup?

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Cinta tak termiliki

Cinta…

Sendirian aku termenung
Mengenang dia yang tak termiliki
Sendirian…..
Sendiri aku lagi dalam kegelapan
dalam kekosongan jiwa yang nyata
tanpa dia….


Cinta, aku sendiri
Mencintainya, cinta..aku …..cinta
Tapi
Sendiri aku terus…
Tenggelam aku dalam renungan bundar matanya
Betapa redupnya…betapa indahnya
Tapi sendiri aku terus…
Mengenang dia yang tak termiliki


Bahgia bila mendengar bicaranya…
Tapi…
Lemah tanpa suaranya
Syurga aku lihat senyumnya
tapi…
Sedih bila hadapi amarahnya
Bangga aku dengar pujinya
Tapi…
Kecewa bila kudengar sindirnya


Ingin aku mengenalnya
Ingin aku milikinya
Ingin aku cintainya
Tanpa dia tau …
Tanpa dia mengerti…


Betapa dekat hadirnya, tapi.. jauh jiwanya
Ingin kusentuh selalu biar hati tenang
Biar jiwa lapang…
Tapi termenung aku terus mengenang cinta
Yang tak termiliki….

Hati ingin miliki
Hati ingin …. Hati ingin
Tapi termenung aku terus
Dibalik tabir jiwa yang tak mungkin aku miliki….

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

First Encounter - Siti Nurhaliza

Siti Nurhaliza
a simplicity with touching
sophistication

Siti Nurhaliza
a balance of village and
urban sophistication

Siti Nurhaliza
her eyes cut through one
like her songs

Siti Nurhaliza is the queen of pops in Malaysia. She has been the reigning songtress in the country for years as well as in neighbournig Indonesia. She is married and lives in Kuala Lumpur.

poem by John Tiong ChunghooReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

From Far Away: Jeida's Speech

Dunia ini luas
Bermacam-macam orang hidup dengan memegang cara pikirnya masing-masing
Di tempat yang tidak diketahui
Aku adalah bagian darinya juga
Aku dulu bermaksud menjalankan dunia seorang diri
Aku benar, tapi entah kenapa tak bisa menjalankan apa yang aku inginkan
Aku pernah hidup dalam kerisauan dan ratap tangis
Tapi mungkin karena aku dulu seperti ingin memasangkan dunia yang luas ini ke dalam bingkai yang kecil yaitu aku
Beban di pundakku telah kulepaskan
Sekarang aku akan mencari peranku sendiri
Tanpa tergesa-gesa, tanpa ambisi
Dengan santai
Sambil menjejakkan kaki di tanah

from kanata kara

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Menatap lurus matamu (Indonesian)

lalu belajar mengerti dari awal,
membaca kembali ejaan yang tak pernah kau berikan,
karena sebagaimana pengertian dari awalnya
bermula dari keterpaksaan,
penderitaan yang dijalani,
akar tunjang yang membelit tumbuh
di pokok batangnya,
rumput yang tumbuh
di segala musim,
kerelaan yang tumbuh
dari bola matamu,
memperkaitkan sepi pada pengertian,
alam benda-benda yang ada di kerajaan hati,
entah berapa kali aku mengemis padamu,
jangan buatkan sarang laba-laba yang menjebakku,
jadi magsamu,
terpikat masuk ke bola matamu,
terjebak sukma ruhmu,
melewati aliran nadi,
memenuhi hasrat,
pelajaran apalagi ini?
bermula dari kekosongan mengisi setiap rongga jiwa,
penderitaan adalah awal persetubuhan,
persetubuhan yang akan menjadi puing-puing
kenangan dalam matamu,
hendakkah kau buang,
bagi matamu yang penyair,
barangkali akan tinggalkan sebagai kata,
yang kembali dieja dengan apa saja judul puisimu,
tetapi tetap saja persetubuhan kita tak kekal,
hanya kekal dalam matamu dan mataku,
suatu kali kita bangun kerajaan dalam semalam,
aku puaskan membangunkan pualam istana,
cuma dalam matamu,
setelah kekeringan yang punah,
dibakar, apalagi ini?
lalu belajar mengerti kembali…..

(2001)

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Malam Berawan

malam-malam berawan
malam-malam tanpa hujan bintang dan kecupan
dibawanya ku ke dinding-dinding ratapan
hingga malam menghilang yang terlihat hanya kegelapan

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Politik Keripik

Penuh intrik
Ngga asyik
Cuma kritik
Bikin berisik
Banyak gimmick
Nambah polemik
Seumur keripik
Untuk klik
Demi egoistik
Dan logistik
Seperti itik
Batal cantik
Sungguh munafik
Tanpa etik
Itulah politik
Segaring keripik

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

I Won't Go Back (Indonesian version)

Malam ini akankah kau datang
Atau malah melupakan
Penantianku begitu panjang
Jiwaku menyerpih

Hingga tiba fakta terbentang
Yang tak dapat kau dustakan
Dan dunia seakan menghilang
Hatiku menghitam

Takkan kembali
Takkan merajut asa di diri
Karena ku telah temui
Jalan sepiku sendiri
Tanpa dirimu

Takkan menangis
Walau malam dingin tak terperi
Karena ku telah sadari
Semua berakhir di sini
Bersama cintamu

Ingin cinta semua kubuang
Timpakan semua kesalahan
Dan ku kan menjadi pemenang
Tapi ku tak tenang

Ingin benci tumbuh berkembang
Menutupi semua kenangan
Indah tapi begitu mencengkeram
Dan ku tak tahan

Takkan kembali
Takkan merajut asa di diri
Karena ku telah temui
Jalan hidupku sendiri
Tanpa dirimu

Takkan sesali
Meski ingin kuulang kembali
Karena semua memori
Hanyalah sebuah memori
Yang kan berlalu

Malam ini akankah kau datang
Atau malah melupakan
Kini kau hanya sebuah bayang
Dan pagi menjelang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Long Journey

Aku berjalan, waktu berjalan
Aku berhenti, waktu berjalan
Menatap ke depan, jalan membentang
Menatap ke depan, waktu menghalang
Menyeretmu tiap hentakan
Tanpa mengajari cara untuk terbang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Aise Hain Anna Hamare...

Khuskismat hain hum sare
mile hame jo Anna Hazare
Sath do milkar duniya walon
Pakar inke Har ek ishaare

Khuskismat hain hum sare
mile hame jo Anna Hazare

Diya hai maa ne ratna hame
Jo sabki aankhon ke hain tare
Desh ki khatir jee rahe jo
Aise hain Annaa hamare

Khuskismat hain hum sare
mile hame jo Anna Hazare

Hoga khatam ab bhrastachar
Anna ki ye har saans Pukare
Swarg sa sunder bane ye desh
khushiyon ke hon har or nazare

Khuskismat hain hum sare
mile hame jo Anna Hazare

Ishwar do sadbudhhi sabko
Karte gunah kyon itne sare
Rukhsat hoge duniya se “deep’’
Hoga na kuch sath tumhare

Khuskismat hain hum sare
mile hame jo Anna Hazare

poem by Deepak Kumar deepReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Perang Bayang

pernah kulihat tanpa terkenang
pernah kutahan sebatas sayang
rinduku tuk dibelai hilang
oh, mengapa nasib dirundung malang
kuambil sebilah parang
maksud bertemu nenek moyang
di lubuk berkecamuk perang
hingga tanganku menghalang
tak jatuh ke taju pedang
dan terbang semua bimbang
matiku tak ingin meradang
seperti sapi potong siap dihidang
hidupku tak ingin kubuang
walau hanya selintas pandang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Dont Wake Me

Written by: r. robinson & c. robinson
Get chris in here. hey chris! have you got a minute? what?
Gonna stop on the dot
Got hte ground all shaking
The wink of and eye
See the noose still swinging
Feeling tounge tied
And Ill nver sop falling
Waste of my time
And the girls start stalling
Dont wake me up
Dont wake me
Sleep walking dry
Got everybody saking
Make it all right
See the old man coming
The cat in the bag
She gonna start scratching
Jakc-kifes fine
The blood means nothin but
Dont wake me up
Dont wake me
Dont wake me up
Dont wake me
Solo
Somebody aint running
Somebody aint walking
_______________talking
______________________
______________________ (sorry, no clue)
Gun-filing code (? !? !? !)
And the teeth start scraping
The grave _______ doves
And nobody laughing
Live that life
Rolling in the backroom
Thorn stuck in my side
Someone come and took off (? )
Dont wake me up
Dont wake me
Dont wake me up
Dont wake me

song performed by by Black CrowesReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

Manusia

Manusia

Manusia kau sering terlupa
Telupa akan erti hidup mu
Terlupa akan erti kemanusiaan
Terlupa akan maksud kewujudan mu

Keghairanmu mengejar dunia,
Membuatkau lupa, alpa
Kau lupa pada saudara-maramu
Kau lupa pada insan disekelilingmu
Kau lupa pada usia yang semakin meningkat
Kau lupa pada amal ibadatmu
Kau lupa,
Kau lupa pada TUHAN

Manusia,
Tanpa kau sedari kau telah pergi…
Pergi jauh meninggalkan dunia
Kau pergi tanpa kau sedari…!

Dalam sekelip mata kau hilang segalanya
Dalam sekelip mata keindahan dunia lenyap dari pandanganmu,

Kau menangis,
Tapi untuk apa?
Kau meratap
Tapi untuk siapa?

Penyesalanmu sudah terlambat
Pada siapa ingin kau ingin meminta…

Pandanganmu kosong!
Ratapanmu sayu…
Tangisanmu pilu!

Tiada siapa yang bias mendengarmu
Tiada siapa yang bisa melihat kehadiranmu
Hanya kau disitu
Menatap sayu insan-insan di sekelilingmu….
Menatap sayu sekujur tubuh kaku disisi mereka
Tapi?
Tapi itu tubuh siapa?

Itu kau!
Itu kau! ! !

Tubuh kaku itu milikmu
Kau menjeit memanggil mereka
Tapi sadarlah…
Mereka tidak bisa mendengar apalagi melihatmu…

“Hey aku disini, lihatlah aku. Aku disini pandanglah aku”
Tiada gunanya kau menjerit!
Tiada gunanya kau meminta! ! !

Percuma saja kau mencuba…
Kau bukan lagi sebahagian dari mereka…
Mereka hanya bisa memandang sekujur tubuh kaku itu saja,


Kau hanya berdiri disitu..
Menantia apa atau siapa..,
yang akan menjemput mu pulang
pulang

Pulang keasal mu.

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Bye, bye, Blackbird

awal dan akhir cerita
baik atau buruk
manusia telah melewati satu drama
tidak bisa sama dengan yang telah lalu
karena kuat bisa diubah, karena lemah harus berubah
kalau tidak tahu keduanya
tidak bisa menampilkan seorang manusia
waktu yang terus berjalan
meski menangis, tersungkur, melaju ke depan tanpa ampun
seperti kereta ini
ke depan, melaju ke depan
ke masa depan

this is inspired from the song 'bye bye blacbird' by isadora duncan
from the duck of mr fredward

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Sebuah bom yang meledak bernama sunyi (Indonesian)

: Teungku Abdullah Syafii in memoriam
(1)

Bilakah ini harinya bom yang engkau lemparkan bersama
Butir udara berinteraksi memekatkan cinta
Yang dinamakan kesumat tak akan ada yang
Bisa kuperbuat kecuali
Menikam waktu dan sebuah bom yang
Meledak engkau sebut sunyi,
Dari lukakah mengalirkan darah
Yang engkau sebut cinta yang
Akhirnya menghantarkan
Pada kilatan api dalam ketiadaan,
Ketiadaan Teungku yang menemukan
Aliran darahnya, ketiadaan hamba tanpa sunyi,
Dan engkau lemparkan sunyi, engkau lemparkan
Kepada waktu:
Sebuah bom meledak bernama sunyi
Lalu aku mencatatnya dengan cinta

(2)

Teungku: duka duri semak ada di dadamu, cinta manakah
Yang hendak dikuburkan, aku tepiskan
Tanpa memilih hidup ini akan dikemanakan
Mungkin bersama bayang-bayang hujan lalu
Sunyi ini akan diberikan kepada siapa?
Siapakah pembunuh waktu yang tak mengerti:
Luka ini berasal juga dari Cinta
Cinta berasal muasal dari duka keabadian
Mungkin kita ini bangsa yang lupa
Bahwa bendera kita bukanlah kemenangan
Tetapi kekalahan berkepanjangan
Sebagai hamba Duli Paduka, cinta manakah?
Bagai berondongan pertanyaan ini menyergap
Dan Teungku: dekaplah damai keabadianMu

(3)

Duka sergap kematian ini semakin lekat, bila moncong menganga
Selalu berarah kepadamu, kenangan apakah
Jejak bayang-bayang hujan terlalu samar
Untuk siapakah engkau kirim kegelisahan ini
Senyap rerumputan memagut lelapmu
Sungai berdiri diam bisu
Menorehkan sederet kebahagiaan
Lewat peluru, mesiu dan bayang-bayang
Mawar, cinta dan kematian
Tak ada yang lebih menarik lagi
Tak ada yang lebih menarik lagi

(2002)

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Safe journey dedicated to jess

Travel and journey
Over the waters
To a brighter place
Memories treasured
Upon our path
bless your heart
Safe upon horizons
cherished thoughts
All happiness for you
Be sought

poem by Mary RatuReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Diam-Diam

Diam-diam aku
Menulis setetes air bening
di ujung alismu
Di kedua bola mataku

Diam-diam aku tahu
Pura-pura tak peduli
Kau melirik ujung rambutku
Dan kuintip senyummu dalam hati
Diam-diam dirimu
Menanam duri-duri kecil
Dengan alis dan tatapmu di mataku

Diam-diam kau berteduh
Pura-pura tak merasakan adaku
Kau merawat duri
Aku menikmati
Kau membuat perih
Aku tersenyum
Diam-diam tak acuh
Pura-pura tak terjadi sesuatu

Pun
Diam-diam aku
Sunyi dalam ruang pekat
Tanpa kau pura-pura melirik
Dan menatapku
Ada rindu disini
Bila kau tak bawa duri
Dan perih di mataku
Dengan ujung alismu

Lalu,
Diam-diam aku
Tersenyum menikmati perih
Pura-pura tak merasa tatapmu

R.410,05 Desember 2011

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share