Diam-Diam

Diam-diam aku
Menulis setetes air bening
di ujung alismu
Di kedua bola mataku

Diam-diam aku tahu
Pura-pura tak peduli
Kau melirik ujung rambutku
Dan kuintip senyummu dalam hati
Diam-diam dirimu
Menanam duri-duri kecil
Dengan alis dan tatapmu di mataku

Diam-diam kau berteduh
Pura-pura tak merasakan adaku
Kau merawat duri
Aku menikmati
Kau membuat perih
Aku tersenyum
Diam-diam tak acuh
Pura-pura tak terjadi sesuatu

Pun
Diam-diam aku
Sunyi dalam ruang pekat
Tanpa kau pura-pura melirik
Dan menatapku
Ada rindu disini
Bila kau tak bawa duri
Dan perih di mataku
Dengan ujung alismu

Lalu,
Diam-diam aku
Tersenyum menikmati perih
Pura-pura tak merasa tatapmu

R.410,05 Desember 2011

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Related quotes

Cahaya Dewa (the goddess light)

Dia cahaya dewaku..
Cahaya Hidupku..
Cahaya Jiwaku..
Menyinari aku..
Jiwaku..cintaku

Aku,

Aku
diam...

aku.
Sunyi...

Diam tanpa dia,
Sunyi tanpa hadirnya
Kerna dia...

Cahaya dewaku..cahaya hatiku
Dia mentari yang menyinar dalam gelita malamku
Dia, Surya yang bercahaya dalam sunyi hariku

Membawa pergi hatiku...
Membawa pergi jiwaku

Pergi jauh,
Jauh kealamnya
Alamnya..
Alamnya...
Yang tiada jalan kembali
Yang ada Cuma gerbang masuk
Tanpa kembali

Apa...
Apa aku harus kesana?
Mengambil semula hatiku
Jiwaku...
Cintaku..

Apa aku sanggup?

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Sang Pujaan

Dia terus saja memandangmu
Gadis yang melihat dari atas jendela
Dan gadis yang berpapasan di jalan
Dia jelas-jelas mengagumimu
Gadis pembuat kue
Dan gadis anak penjahit
Tapi mungkin kau tak menyadarinya
Hatimu begitu dingin dan acuh
Dia pasti mengincarmu
Gadis putri tuan tanah
Dan gadis penyanyi bar itu
Dia juga diam-diam mencintaimu
Gadis pemalu yang tak sanggup memandangmu
Dan gadis sahabat yang ada di dekatmu
Tapi mungkin kau tak peduli
Hatimu sangat dingin dan tak tersentuh

Siapakah dia yang akan kau ajak ke pesta?
Siapakah dia yang akan kau ajak berdansa?
Gadis yang cantikkah atau biasa saja
Siapakah dia yang akan kau pilih?
Siapakah dia yang mencuri perhatianmu?
Gadis yang ceriakah atau gadis yang lembut
Seisi kota begitu ingin tahu tentangmu
Tapi kau masih saja berjalan dengan santai
Mengapa kau begitu mempesona setiap gadis?
Mengapa tak kau pilih salah satu saja?
Gadis yang kau kenal baik atau gadis yang dijodohkan
Berilah kesempatan pada para gadis untuk mendapatkanmu
Juga beri kesempatan para pria untuk mendapat gadis
Bila tak juga mencari seisi kota akan menjadi gila
Dia yang mencintaimu akan menyelamatkanmu
Dia yang kau cintai akan menyelamatkan kami semua!

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Dalam Rindu

Bersamamu
Lalui hari-hari itu
Arungi lautan waktu
Dalam lagu

Dan cintaku
Sepertinya takkan layu
Bila kau tetap di hatiku
Dalam rindu

Kasihku
Kuingin sedikit kau tahu
Betapa berharga dirimu
Dalam hidupku

Tapiku
Tak ingin selalu menunggu
Gelisah dan tak menentu
Dalam ragu

Bersamamu
Meski kadang terasa pilu
Bagai tertusuk sembilu
Jiwaku sendu

Dan cintaku
Kuatkan raga dan jiwaku
Hadapi hari kelabu
Hujan dan salju

Kasihku
Coba kau dengarkan aku
Jangan terus hindariku
Lihat diriku

Karna ku
Tak ingin selalu terpaku
Hanya diam dan mengadu
Dalam kalbu

Akankah
Kau hapus semua gundah
Bagaikan sebuah anugerah
Ataukah itu hanya kata-kata indah

Kasihku
Kuingin sedikit kau tahu
Betapa berharga dirimu
Dalam hidupku

Tapiku
Tak ingin selalu menunggu
Gelisah dan tak menentu
Dalam ragu

Bersamamu
Lalui hari-hari itu
Dan kau tetap di hatiku
Dalam rindu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Kenapa bilang cinta

Kenapa bilang cinta
Bila hanya sekejap mata
Kenapa bilang suka
Bila cuma di bibir saja

Kenapa bilang cinta
Bila untuk status semata
Kenapa bilang saying
Bila bukan aku yang dibayang

Kenapa bilang cinta
Bila semuanya pura-pura
Kenapa bilang peduli
Bila sebenarnya tak ada di hati

Kenapa bilang cinta
Bila kata-kata tak dimakna
Kenapa bilang takdir
Bila nantinya berakhir

Kenapa bilang cinta
Bila tak cukup rasa
Kenapa bilang segalanya
Bila akhirnya tak bersisa

Kenapa bilang cinta
Bila alasan lain tak berguna
Kenapa bilang bahagia
Bila terus tersiksa

Kenapa bilang cinta
Bila selalu terpaksa
Kenapa bilang tak masalah
Bila berpisah karena berubah

Kenapa bilang cinta
Bila besok lalu lupa
Kenapa bilang selalu ada
Bila sepi kian mendera

Kenapa bilang cinta
Bila tak berusaha percaya
Kenapa bilang mencoba
Bila menghindari terluka

Kenapa bilang cinta
Bila berharap sebaliknya
Kenapa bilang mengerti
Bila tak pernah tepati janji

Kenapa bilang cinta
Bila kau tak setia
Kenapa bilang selamanya
Bila aku bukan satu-satunya

Kenapa bilang cinta
Bila tak pelihara baranya
Kenapa bilang melindungi
Bila kau biarkan mati

Kenapa bilang cinta
Bila bermimpi pun tak boleh juga
Kenapa bilang rindu
Bila tak lebih dari merayu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Wajah Pagi di Wajahmu yang Malam Memancar Cahaya Malammu di Wajah Pagi

Sudah berapa banyak angka dari kalender
Merawat nyeri dari luka paragraf soliloqui
Pada bangunan yang dipurbakan
Setiap jeda waktu terteriak di mulutmu
Serupa dengung tawon dalam hutan
Deru suaramu meruwat perjalanan ngilu

Ngilu: Kau ceritakan lagi pagi ini
Seperti pagi yang lalu tanpa ingata
Mungkin di pagi yang lain, insomniamu
Dan kamu akan datang lagi, ceritakan nyeri
Pada kematian di hamparan panggung teater lengang
Lalu tegang di wajahmu
Lalu tenang seolah-olah
Pada bait-bait puisi
Yang kau sesalkan sebelum tidur
Lalu mimpi buruk melumat sesal
Sembunyikan ketakutan di bibirmu

Bibirmu: Cerita ngilu di sebuah pagi
"pada akhirnya batang tubuh berakal ini
menjadi analog-analog kecil dalam satwa
yang kau juga aku mengembunkannya
pada imajinasi untuk sesuap nasi."

Kau diam sebentar, bercakap kecil
Kulihat ke dalam matamu, ada luka

"Luka itu kawan, yang membuat senyum
di kanvas pagi yang ngilu pada ceritaku
selain luka tak ada lagi untuk sebuah cerita
dan kenangan hanya maut yang tak kukenal."

Kata-katamu menetaskan api pagi ini
Sebagaimana aksara di bibir penyair itu
Telah membakar puisi dan mengabu kini
Terhempas ke ladang-ladang petani
Terhimpit map-map plastik di kantor-kantor
Menempel di wajahmu sendiri
Pagi ini, lembut. Legam.

Kau diam kemudian
Sambil menunjuk jari ke tubuh ayam betina
Yang mencari makan sisa angin dan embun segar semalam
Jika hujan tak membawanya pergi
Dan kau tak mencolongnya untuk sepenggal diksi

"Lihatlah ayam betina itu, tenang dan tentram."

Sebab tak punyai kata-kata untuk luka
Maka waktu mengisi nyeri
pada jeritan sebelum subuh
Dan segala seperti mula asal
Bangkit lagi, kematian tak berupa
Bahkan catatan dikosongkan
Untuk nama-nama luka
Sesiang nanti, hari tak berharapan
Hari tanpa pangkuan
Selain hanya ceritamu

Yogyakarta,2011-2012

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Sebuah bom yang meledak bernama sunyi (Indonesian)

: Teungku Abdullah Syafii in memoriam
(1)

Bilakah ini harinya bom yang engkau lemparkan bersama
Butir udara berinteraksi memekatkan cinta
Yang dinamakan kesumat tak akan ada yang
Bisa kuperbuat kecuali
Menikam waktu dan sebuah bom yang
Meledak engkau sebut sunyi,
Dari lukakah mengalirkan darah
Yang engkau sebut cinta yang
Akhirnya menghantarkan
Pada kilatan api dalam ketiadaan,
Ketiadaan Teungku yang menemukan
Aliran darahnya, ketiadaan hamba tanpa sunyi,
Dan engkau lemparkan sunyi, engkau lemparkan
Kepada waktu:
Sebuah bom meledak bernama sunyi
Lalu aku mencatatnya dengan cinta

(2)

Teungku: duka duri semak ada di dadamu, cinta manakah
Yang hendak dikuburkan, aku tepiskan
Tanpa memilih hidup ini akan dikemanakan
Mungkin bersama bayang-bayang hujan lalu
Sunyi ini akan diberikan kepada siapa?
Siapakah pembunuh waktu yang tak mengerti:
Luka ini berasal juga dari Cinta
Cinta berasal muasal dari duka keabadian
Mungkin kita ini bangsa yang lupa
Bahwa bendera kita bukanlah kemenangan
Tetapi kekalahan berkepanjangan
Sebagai hamba Duli Paduka, cinta manakah?
Bagai berondongan pertanyaan ini menyergap
Dan Teungku: dekaplah damai keabadianMu

(3)

Duka sergap kematian ini semakin lekat, bila moncong menganga
Selalu berarah kepadamu, kenangan apakah
Jejak bayang-bayang hujan terlalu samar
Untuk siapakah engkau kirim kegelisahan ini
Senyap rerumputan memagut lelapmu
Sungai berdiri diam bisu
Menorehkan sederet kebahagiaan
Lewat peluru, mesiu dan bayang-bayang
Mawar, cinta dan kematian
Tak ada yang lebih menarik lagi
Tak ada yang lebih menarik lagi

(2002)

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Ode to family

Ode to My Family *)

Anakmu menangis
Anakmu mengejang
'Ibu...Ibu jangan tinggalkan aku'
sedang kau bermain pingpong
dengan bapak di kamar tamu

Bola di-smash, bola meluncur
masuk belah dadamu. Ah kau mengerang tersentuh puting.
Bapak tertawa, kau menyebut nama anak.
Tapi anakmu meradang, anakmu menendang botol susu bukan girang

Mata bapak melotot, saat beha kau tarik, ternyata ada bola sebundar payudara.
Dan anakmu memandang tegang pada maut bersayap putih datang tak diundang.
Anakmu takut merapatkan jemari, mengigil badan tak berpeluk. Diam.

Lalu bapak mengangkat di meja persegi. Kau meneteki, tapi mulut kaku.
Kau takut pada mata serupa bola pingpong. Mencungkil. Menelan buat jamu kuat.
Lalu menyalib di dinding kamar


Permainan belum selesai,
sedang anakmu menjadi wasit

Bekasi,20042009

*) judul dari lagu ciptaan 'Cranberries'

poem by Fitrah AnugrahReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share
Pablo Neruda

Poesia

Y fue a esa edad... Llegó la poesía
a buscarme. No sé, no sé de dónde
salió, de invierno o río.
No sé cómo ni cuándo,
no, no eran voces, no eran
palabras, ni silencio,
pero desde una calle me llamaba,
desde las ramas de la noche,
de pronto entre los otros,
entre fuegos violentos
o regresando solo,
allí estaba sin rostro
y me tocaba.


Yo no sabía qué decir, mi boca
no sabía
nombrar,
mis ojos eran ciegos,
y algo golpeaba en mi alma,
fiebre o alas perdidas,
y me fui haciendo solo,
descifrando
aquella quemadura,
y escribí la primera línea vaga,
vaga, sin cuerpo, pura
tontería,
pura sabiduría
del que no sabe nada,
y vi de pronto
el cielo
desgranado
y abierto,
planetas,
plantaciones palpitantes,
la sombra perforada,
acribillada
por flechas, fuego y flores,
la noche arrolladora, el universo.


Y yo, mínimo ser,
ebrio del gran vacío
constelado,
a semejanza, a imagen
del misterio,
me sentí parte pura
del abismo,
rodé con las estrellas,
mi corazón se desató en el viento.

poem by Pablo NerudaReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Quiero Perderme En Tu Cuerpo

Quiero perderme en tu cuerpo
Como agua clara en un bosque de sol
Mirar tus ojos inciertos
Donde sembrara mil sue├▒os de amor.

Quiero beber en tus labios
Esa caricia de luna y de miel
Y descubrir el encanto
De la pasi├│n que se esconde en tu piel.

Quiero pintar con tus besos
Un cielo de estrellas sembrado de luz
Buscar abrigo en tu cuerpo
En la noche eterna de tu juventud.

Quiero saciar mi locura
En la tibia playa de tu desnudez
Para llenar de ternura
La inocencia pura de hacerte mujer.

Quiero escapar por tu vientre
Para nuevamente llenarme de paz
Que es tan inmenso tenerte
Clavada en mi pecho
Como una verdad.

Quiero entregarte mis a├▒os
Mis ganas de amarte
Mi fuerza y me.

Quiero llegar con tu mano
Al rincón sagrado que siempre soñé.

Quiero pintar con tus besos
Un cielo de estrellas sembrado de luz
Buscar abrigo en tu cuerpo
En la noche eterna de tu juventud.

Quiero saciar mi locura
En la tibia playa de tu desnudez
Para llenar de ternura
La inocencia pura de hacerte mujer.

Quiero pintar con tus besos
Un cielo de estrellas sembrado de luz
Buscar abrigo en tu cuerpo
En la noche eterna de tu juventud.

Quiero saciar mi locura
En la tibia playa de tu desnudez
Para llenar de ternura
La inocencia pura de hacerte mujer.

song performed by by David Bisbal from Coraz├│n LatinoReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

La Camisa Negra (Toy Hernandez Remix)

(No, por pobre y feo ni por antojado...)
Tengo la camisa negra,
hoy mi amor esta de luto;
hoy tengo en el alma una pena
y es por culpa de tu embrujo.
Yo s que tu ya no me quieres,
y eso es lo que mas me hiere;
que tengo la camisa negra
y una pena que me duele.
Mal parece que solo me qued,
y fue pura todita tu mentira;
qu maldita mala suerte la mia
que aquel dia te encontr.
Por beber del veneno malvolo de tu amor,
yo qued moribundo y lleno de dolor;
respir de ese humo amargo de tu adios,
y desde que tu te fuiste, yo slo tengo...
Tengo la camisa negra
porque negra tengo el alma;
yo por ti perdi la calma
y casi pierdo hasta mi cama.
C'mon c'mon c'mon baby,
te digo con disimulo,
que tengo la camisa negra
y debajo tengo el difunto.
(Pa' enterrartelo cuando quieras mamita!)
(Asi como lo oye, mija)
Tengo la camisa negra,
ya tu amor no me interesa;
lo que ayer me supo a gloria
hoy me sabe a pura...
Mircoles por la tarde y tu que no llegas,
nisiquiera muestras seas;
y yo con la camisa negra
y tus maletas en la puerta.
Mal parece que solo me qued,
y fue pura todita tu mentira;
qu maldita mala suerte la mia
que aquel dia te encontr.
Por beber del veneno malvolo de tu amor,
yo qued moribundo y lleno de dolor;
respir de ese humo amargo de tu adios,
y desde que tu te fuiste, yo slo tengo...
Tengo la camisa negra
porque negra tengo el alma;
yo por ti perdi la calma
y casi pierdo hasta mi cama.
C'mon c'mon c'mon baby,
te digo con disimulo,
que tengo la camisa negra
y debajo tengo el difunto.
Tengo la camisa negra
porque negra tengo el alma;
yo por ti perdi la calma
y casi pierdo hasta mi cama.
C'mon c'mon c'mon baby,
te digo con disimulo,
que tengo la camisa negra
y debajo tengo el difunto.

song performed by by JuanesReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

La Camisa Negra

Tengo la camisa negra hoy mi amor esta de luto
Hoy tengo en el ama una pena y es por culpa de tu embrujo
Hoy se que tu ya no me quieres y eso es lo que mas me hiere
Que tengo la camisa negra y una pena que me duele
Mal parece que solo me quede y fue pura todita tu mentira
Que maldita mala suerte la mia que aquel dia te encontre
Por beber del veneno malevo de tu amor
Yo quede moribundo y lleno de dolor
Respire de ese humo amargo de tu adios
Y desde que tu te fuiste yo solo tengo
Tengo la camisa negra porque negra tengo el alma
Yo por ti perdi la calma y casi pierdo hasta mi cama
Cama cama caman baby te digo con disimulo
Que tengo la camisa negra y debajo tengo el difunto
...quando quieras mamita oo yeah
Tengo la camisa negra ya tu amor no me interesa
Lo que ayer me supo a gloria hoy me sabe a pura
Miercoles por la tarde y tu que no llegas
Ni siquiera muestras seas y yo con la camisa negra
Y tus maletas en la puerta
Mal parece que solo me quede y fue pura todita tu mentira
Que maldita mala suerte la mia que aquel dia te encontre
Por beber del veneno malevo de tu amor
Yo quede moribundo y lleno de dolor
Respire de ese humo amargo de tu adios
Y desde que tu te fuiste yo solo tengo
Tengo la camisa negra porque negra tengo el alma
Yo por ti perdi la calma y casi pierdo hasta mi cama
Cama cama caman baby te digo con disimulo
Que tengo la camisa negra y debajo tengo el difunto
Tengo la camisa negra porque negra tengo el alma
Yo por ti perdi la calma y casi pierdo hasta mi cama
Cama cama caman baby te digo con disimulo
Que tengo la camisa negra y debajo tengo el difunto

song performed by by JuanesReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

The Truth Is

the truth is I want to run,
the truth is I can't touch the sun.
So why dont i just return, even though I'm burnt

The truth is I pretend,
The truth is I cant defend
so why can't I faceoff even though I'm continously blamed.

the truth is I'm scared
the truth is we can't pair
so why do i plead for you whenever I pray.

the truth is i can be easily manipulated,
you think i dont knw, How'm I being treated?
and no matter how you pump me I'll never be conceited

the truth is I can't let it go
but this is all i can show
so I'll never look back and I'll go

poem by Alma PuraReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Madrigal

Tu tez rosada y pura, tus formas gráciles
de estatua de Tanagra, tu olor de lilas,
el carmín de tu boca, de labios tersos;
las miradas ardientes de tus pupilas,
el ritmo de tu paso, tu voz velada,
tus cabellos que suelen, si los despeina
tu mano blanca y fina toda hoyuelada,
cubrirte como un rico manto de reina;
tu voz, tus ademanes, tú... no te asombre:
todo eso está, y a gritos, pidiendo un hombre.

poem by Jose Asuncion SilvaReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

La Copa De La Vida

La vida es Pura pasion
Hay que llenar Copa de amor
Para vivir Hay que luchar
Un corazon Para ganar

Como cain y abel
Es un partido cruel
Tienes que pelear por una estrella
Consigue con honor La copa del amor
Para sobrevivir y luchar por ella
Luchar por ella (si!)
Luchar por ella (si!)

Tu y yo!!
Ale

song performed by by Ricky Martin from VuelveReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

Hidupkah Kau

Hidupkah kau untuk mengeluh
Dari terbitnya matahari hingga terbenam
Tentang kehidupan yang tak memuaskan
Dirimu yang selalu menginginkan kenyamanan
Ataukah terbersit sekali dalam pikiranmu
Untuk sejenak sedikit bersyukur
Tentang kehidupan yang masih kau punya saat ini
Bersama dengan harta yang mungkin kau tak sadari
Karena kau sibuk mengeluh
Dan lupa untuk menghargai dan menjaga hal itu

Hidupkah kau untuk meminta
Dari buaian bayi hingga ke liang kubur
Agar dirimu diutamakan
Dan tak juga belajar bersabar
Ataukah terbersit sekali dalam keinginanmu
Untuk berusaha sendiri
Lepas dari belas kasihan orang lain
Agar dirimu tak perlu lagi mengiba
Untuk memperoleh apa yang kau inginkan
Karena kau sibuk meminta
Dan lupa memberi dan memperbaiki hal itu

Hidupkah kau untuk mencela
Dari ujung bumi hingga dasar samudera
Menuding orang melakukan kesalahan
Dan mengangkat tinggi dagumu dengan sombong
Ataukah terbersit sekali dalam hatimu
Untuk sebentar saja bercermin
Memandang kembali segala persoalan
Dengan kepala jernih tanpa prasangka
Karena kau sibuk mencela
Dan lupa untuk belajar dan memahami hal itu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Edenia

Melancólica y dulce cual la huella
que un sol poniente deja en el azul
cuando baña a lo lejos los espacios
con los últimos rayos de su luz
mientras tiende la noche por los cielos
de la penumbra el misterioso tul.
Süave como el canto que el poeta
en un suspiro involuntario da,
pura como las flores entreabiertas
de la selva en la agreste oscuridad
do detenido en las musgosas ramas
no filtra un rayo de la luz solar.
Mujer, toda mujer ardiente, casta
alumbrada con luz de lo ideal...
Radiante de virtud y de belleza
como mi alma la llegó a soñar,
¿en sus sueños de cándida ternura
así la encontrará?

poem by Jose Asuncion SilvaReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Kamu

Kamu, berbisik dalam hati
Kamu, memanggil dalam fikiran
Untuk apa…

Kalau tak kau jelaskan
bila aku akan mengerti..
Memanggil dalam fikiran
Berbisik dalam hati…

Entahlah…
Sampai bila
Aku juga tidak tahu….

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Because of Love? (Indonesian Version)

Sering kali ingin kucoba mengerti dirimu
Namun semakin ku tak dapat mengerti kau begitu

Kadang kau mesra, kadang kau cemburu buta
Kadang kau dekat, kadang kau tak peduli

Tapi ku tak dapat mengerti diriku sendiri
Yang tetap di sampingmu walaupun kau begitu

Kadang ku bosan, kadang ku melayang
Kadang ku gundah
Apa yang membuat kita bersama?

Karena cinta
Ataukah mungkin rasa iba
Karena suka
Ataukah sudah terbiasa
Kita hidup dengan saling menerima

Berapa kali pun kucoba menghapus dirimu
Namun semakin kuhampa di dalam hatiku

Kurindu senyummu, kutelan pahitmu
Kuingin hangatmu, kutakut kehilanganmu

Mungkin kau juga pernah bertanya dalam hatimu
Masihkah ku berguna dalam hidupmu

Meski ku peragu, meski ku tak sempurna
Meski ku sakiti
Apa yang membuat kita bertahan?

Karena cinta
Ataukah mungkin rasa iba
Karena suka
Ataukah sudah terbiasa
Kita hidup dengan saling percaya

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Guadalajara

(words & music by pepe guizar)
Guadalajara, guadalajara...
Guadalajara, guadalajara
Tienes el alma de provinciana
Hueles a limpio a rosa temprana
Ave de jara fresca del rio
Son mil palomos to case rio
Guadalajara, guadalajara
Sabes a pura tierra mojada
(ay!! ja ja, ay, ja ja,aj! ja, ja..ay!! ja ja)
Aj!!! colomitos lejanos....aj!!!..ojitos de agua hermanos
Ay colomitos inolvidables, inolvidables como las tardes
En que la lluvia, des de la loma, ir nos hacia, hasta zapopam
Ay!! misermano..ay-ja-ja...mexicano...
Ay colomitos inolvidables, inolvidables como las tardes
En que la lluvia, des de la loma, ir nos hacia, hasta zapopam
Guadalajara, guadalajara...guadalajara..guadalajara
Guadalajara....guadalajara

song performed by by Elvis PresleyReport problemRelated quotes
Submitted by Lucian Velea
Vote! | Copy!

Share

Menatap lurus matamu (Indonesian)

lalu belajar mengerti dari awal,
membaca kembali ejaan yang tak pernah kau berikan,
karena sebagaimana pengertian dari awalnya
bermula dari keterpaksaan,
penderitaan yang dijalani,
akar tunjang yang membelit tumbuh
di pokok batangnya,
rumput yang tumbuh
di segala musim,
kerelaan yang tumbuh
dari bola matamu,
memperkaitkan sepi pada pengertian,
alam benda-benda yang ada di kerajaan hati,
entah berapa kali aku mengemis padamu,
jangan buatkan sarang laba-laba yang menjebakku,
jadi magsamu,
terpikat masuk ke bola matamu,
terjebak sukma ruhmu,
melewati aliran nadi,
memenuhi hasrat,
pelajaran apalagi ini?
bermula dari kekosongan mengisi setiap rongga jiwa,
penderitaan adalah awal persetubuhan,
persetubuhan yang akan menjadi puing-puing
kenangan dalam matamu,
hendakkah kau buang,
bagi matamu yang penyair,
barangkali akan tinggalkan sebagai kata,
yang kembali dieja dengan apa saja judul puisimu,
tetapi tetap saja persetubuhan kita tak kekal,
hanya kekal dalam matamu dan mataku,
suatu kali kita bangun kerajaan dalam semalam,
aku puaskan membangunkan pualam istana,
cuma dalam matamu,
setelah kekeringan yang punah,
dibakar, apalagi ini?
lalu belajar mengerti kembali…..

(2001)

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share