The Dangerous Man

Kebodohan adalah andalan ku
Kemunafikan adalah topeng ku 
Luka adalah tameng ku

Buang jauh-jauh nuranimu
Buang jauh-jauh simpatimu 

Kesusahan adalah kehidupanku
Kesendirian adalah suaka ku
Tersesat adalah jalan ku 

Berpura-puralah karena aku takkan peduli
Berbohonglah karena aku akan selalu tahu

Kegilaan adalah kesenangan ku
Tangisan adalah kelegaan ku
Kegelapan adalah permainan ku 

Buang jauh-jauh jiwamu
Buang jauh-jauh hatimu

Amarah adalah gairah ku
Kesinisan adalah kata-kataku
Keluhan adalah makanan ku

Rayulah karena aku takkan tergoda
Bicaralah karena aku takkan percaya

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Related quotes

Laut Di Tengah Keajaiban Musim Dingin

Meski angin bertiup kencang dan air laut mengamuk dashyat
Esok hari adalah suatu hari yang baru
Kau akan mengalirkannya
Meski dipisahkan oleh angin yang bertiup kencang
maupun ombak yang besar
Itulah pelosok pulau tempat orang yang kita cintai menunggu
Kau akan mengalirkannya
Ke hatimu
Nun jauh di balik bayang-bayang pulau
Di tengah laut yang arusnya deras
Burung putih akan membawa kembali arwah kekasih yang telah tiada
Membawa kembali
Suatu hari akan jatuh cinta pada seseorang
Meski ombak di laut ganas diterpa tiupan angin
Mencintai seseorang
Bukalah hatimu sekali lagi
Meski awan di langit jauh dari jangkauan
Kalau hati terbang jauh, cinta pun akan datang menjemput
Perasaan di dalam hati itu
Pasti akan sampai di pangkuanmu
Meski jaraknya jauh sekalipun

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Titipan

Untuk W.S. Rendra

Milikku semua adalah titipan
Tapi karena aku terlalu lama memilikinya
Aku lupa bahwa itu bukan milikku
Dan tidak merelakannya saat aku kehilangan
Mengapa aku bersedih dan menganggapnya musibah
Tentu saja karena aku mencintainya
Aku terlalu mencintainya sebagai milikku
Padahal milikku semua adalah titipan
Lalu salahkah bila aku mencintainya
Sebagai milikku dan bukan titipan
Tapi harusnya tak kuhilangkan
Kesadaran dan kerelaan itu
Bahwa yang memberiku titipan
Juga sangat mencintai milik-Nya

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Impian

Impian adalah sesuatu yang dapat berubah
Saat kita melewati waktu atau saat bertemu seseorang
Tidak mungkin tidak berubah
Saat kita telah mewujudkannya atau menemukan sesuatu yang baru
Bila kau terus menyangkal perubahan itu
Maka impianmu akan berubah menjadi beban
Karena kau akan terpaku padanya dan hilang jalan
Impian yang berubah bukan sesuatu yang memalukan
Bukan karena kita tidak berjuang atau menyerah menggapainya
Tapi impian adalah hasrat kita untuk menemukan tempat untuk diri kita sendiri

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Cinta Beku

Aku takkan berikan hatiku pada dirimu
Aku takkan buka lembaran cinta bersamamu
Karena ku tahu
Hanya pedih yang kan ku rasakan
Karena ku tahu
Bukan cinta tulus yang kau jalin denganku

Aku takkan berpaling meski kau inginkan aku
Aku takkan tersentuh meski kau rayu diriku
Meski senyummu
Buai ku dan ku terlena
Meski sepiku
Ingin hangatnya perasaan itu

Sudahlah
Jangan paksa lagi diriku
Jadi sudahlah
Pergilah kau dari hidupku

Pernah ku bermimpi kau yang selalu kutunggu
Dan ku terhanyut dalam khayalan semu
Ku tak tahu
Mana dirimu yang sesungguhnya
Ku tak tahu
Dapatkah ku percaya padamu

Sudahlah
Biarkan semua berlalu
Jadi sudahlah
Bawa jauh cerita itu

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Merah Putih

merah adalah berani
warna ksatria yang gagah
membela negeri
tapi bila hanya merah
yang ada hanya darah

putih adalah suci
warna sang perawan
bersahaja dalam diri
tapi bila hanya dia
yang ada hanya hampa

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Terbang

Terbang lepas
Terbang bebas

Bila masih kulihat cahaya
Terpancar di depan sana
Aku kan segera
Bangkit dan membawa
Semua harapan di dada

Bila satu patah kata
Yang kutunggu tlah tiba
Aku kan segera
Meluncur bersama
Mimpi yang luar biasa

Terbang lepas
Terbang bebas
Jauh
Dan melayang
Di langit luas
Jauh

Kan kulihat semua
Dunia yang sangat indah
Kan kuingat dirinya
Dia sangat kucinta

Bila nanti langkahku terhenti
Kau tinggalkan ku sendiri
Aku takkan goyah
Tak pernah menyerah
Karena hidup belum berakhir

Dan ku kan
Terbang lepas
Terbang bebas
Jauh
Dan melayang
Di langit luas
Jauh

Kan kulihat semua
Dunia yang sangat indah
Kan kuingat dirinya
Dia sangat kucinta

Oh, terbang lepas
Terbang bebas

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Mungkin

Mungkin aku telah tertipu mulut manismu
Padahal kau hanya menawarkan cinta palsu
Mungkin aku bermimpi memilikimu
Padahal aku terjebak permainan cintamu

Mungkin kau hanya mencari kebahagiaan semu
Dan aku hanya memuaskan rasa ingin tahuku
Mungkin kau tak memikirkan diriku
Dan kau membuatku percaya hanya itu

Mungkin aku tak peduli
Karena aku tak pernah menyesal memilihmu
Mungkin aku tak perlu mengerti
Karena aku terlanjur mencintaimu

Mungkin semua ini adalah kebohongan yang indah
Dunia ilusi yang kita ciptakan bersama
Mungkin kita semua mempunyai sebuah rahasia
Tentang perasaan sepi yang kita punya

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

From Far Away: Jeida's Speech

Dunia ini luas
Bermacam-macam orang hidup dengan memegang cara pikirnya masing-masing
Di tempat yang tidak diketahui
Aku adalah bagian darinya juga
Aku dulu bermaksud menjalankan dunia seorang diri
Aku benar, tapi entah kenapa tak bisa menjalankan apa yang aku inginkan
Aku pernah hidup dalam kerisauan dan ratap tangis
Tapi mungkin karena aku dulu seperti ingin memasangkan dunia yang luas ini ke dalam bingkai yang kecil yaitu aku
Beban di pundakku telah kulepaskan
Sekarang aku akan mencari peranku sendiri
Tanpa tergesa-gesa, tanpa ambisi
Dengan santai
Sambil menjejakkan kaki di tanah

from kanata kara

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Menatap lurus matamu (Indonesian)

lalu belajar mengerti dari awal,
membaca kembali ejaan yang tak pernah kau berikan,
karena sebagaimana pengertian dari awalnya
bermula dari keterpaksaan,
penderitaan yang dijalani,
akar tunjang yang membelit tumbuh
di pokok batangnya,
rumput yang tumbuh
di segala musim,
kerelaan yang tumbuh
dari bola matamu,
memperkaitkan sepi pada pengertian,
alam benda-benda yang ada di kerajaan hati,
entah berapa kali aku mengemis padamu,
jangan buatkan sarang laba-laba yang menjebakku,
jadi magsamu,
terpikat masuk ke bola matamu,
terjebak sukma ruhmu,
melewati aliran nadi,
memenuhi hasrat,
pelajaran apalagi ini?
bermula dari kekosongan mengisi setiap rongga jiwa,
penderitaan adalah awal persetubuhan,
persetubuhan yang akan menjadi puing-puing
kenangan dalam matamu,
hendakkah kau buang,
bagi matamu yang penyair,
barangkali akan tinggalkan sebagai kata,
yang kembali dieja dengan apa saja judul puisimu,
tetapi tetap saja persetubuhan kita tak kekal,
hanya kekal dalam matamu dan mataku,
suatu kali kita bangun kerajaan dalam semalam,
aku puaskan membangunkan pualam istana,
cuma dalam matamu,
setelah kekeringan yang punah,
dibakar, apalagi ini?
lalu belajar mengerti kembali…..

(2001)

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

I Won't Go Back (Indonesian version)

Malam ini akankah kau datang
Atau malah melupakan
Penantianku begitu panjang
Jiwaku menyerpih

Hingga tiba fakta terbentang
Yang tak dapat kau dustakan
Dan dunia seakan menghilang
Hatiku menghitam

Takkan kembali
Takkan merajut asa di diri
Karena ku telah temui
Jalan sepiku sendiri
Tanpa dirimu

Takkan menangis
Walau malam dingin tak terperi
Karena ku telah sadari
Semua berakhir di sini
Bersama cintamu

Ingin cinta semua kubuang
Timpakan semua kesalahan
Dan ku kan menjadi pemenang
Tapi ku tak tenang

Ingin benci tumbuh berkembang
Menutupi semua kenangan
Indah tapi begitu mencengkeram
Dan ku tak tahan

Takkan kembali
Takkan merajut asa di diri
Karena ku telah temui
Jalan hidupku sendiri
Tanpa dirimu

Takkan sesali
Meski ingin kuulang kembali
Karena semua memori
Hanyalah sebuah memori
Yang kan berlalu

Malam ini akankah kau datang
Atau malah melupakan
Kini kau hanya sebuah bayang
Dan pagi menjelang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Cahaya Dewa (the goddess light)

Dia cahaya dewaku..
Cahaya Hidupku..
Cahaya Jiwaku..
Menyinari aku..
Jiwaku..cintaku

Aku,

Aku
diam...

aku.
Sunyi...

Diam tanpa dia,
Sunyi tanpa hadirnya
Kerna dia...

Cahaya dewaku..cahaya hatiku
Dia mentari yang menyinar dalam gelita malamku
Dia, Surya yang bercahaya dalam sunyi hariku

Membawa pergi hatiku...
Membawa pergi jiwaku

Pergi jauh,
Jauh kealamnya
Alamnya..
Alamnya...
Yang tiada jalan kembali
Yang ada Cuma gerbang masuk
Tanpa kembali

Apa...
Apa aku harus kesana?
Mengambil semula hatiku
Jiwaku...
Cintaku..

Apa aku sanggup?

poem by Qistina ZainiReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Fundamental of Liar Chapter LXXXI: Ability

Bisa karena biasa
Bisa karena terpaksa
Bisa karena berkuasa
Bisa karena dewasa
Bisa karena memang bisa
Bisa karena punya asa

Able because get used
Able because get forced
Able because have power
Able because already mature
Able because really talented
Able because keep a hope

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Tenggelam

Tenggelam
Rasa yang ada menghilang
Jiwaku kan tertelan
Kesepian

Menghujam
Diserang jurang kegelapan
Tertatih coba tuk pulang
Sendirian

Dan ku kan bertahan
Walau badai menerjang
Ku tetap genggam harapan
Ku kan jauh terbang

Dan ku kan berjalan
Meski pedih terus membayang
Ku yakin di depan ada jalan
Yang bersinar dan terang

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Puisi Sembilan Tabiat Cinta

Sembilan Tabiat Cinta


I.
Musim-musim hampiri cintaku. Padamu tak sempat kutitip rindu. Hujan pergi tinggalkan basah daunan. Aroma kembang menyemerbak ke udara. Tak ada wangi cintaku di sana. Segersang rindu di matamu akan diriku. Dahaga sepi dan nyerinya tertahan di atas sebidang dadaku. Resah bibirmu, terlampau suram kujamah warnanya. Apa kau tak mendengar degup musim menghujam jantung cintaku. Di sana rindu membiru di bibir waktu. Sebiru resahmu.

II.
Aku tulis tabiat cinta ini dengan ingatan terpenggal musim hujan. Terkambang bah di sungai coklat, terapung di selat kecil ditinggalkan para pengumpul pasir. Tak ada sauh tak ada jangkar untuk kulempar biar perahu waktu berhenti. Sebab laju perahu, nyeri gelombang lautan yang menderita di jantungku. Maka kutulis tabiat cinta ini atas nama rasa yang kurasa kesejukannya setiap embun jatuh seperti matamu menatapku.

III.
Aku mencintaimu bukan tanpa perhitungan, meski belum sepenuhnya tepat waktu. Tetapi aku tidak tergesa-gesa. Itulah sebabnya cintaku mengalir tenang. Serupa capung-capung senjahari terbang di atas hamparan padi menguning.

IV.
Cintaku hidup dari udara pagi di lembah-lembah, sawah dan ladang. Berhembus ke samudra mencipta awan. hujan deras adalah kesetiaanku padamu. Kesetiaan musim pada kesejukan. Dan apabila badai dan banjir datang itulah cemburu batinku yang sialan. Apa kau tak merasa ada kehidupan diantara jarak kita memandang?

V.
Kepadamu aku mencari kekuatan hidup dengan segala kesadaran dan fitrah kemanusiaan. Lalu cinta kubangkitkan di dalamnya dengan tangan-tangan api dan air. Hawa panas dan dingin adalah nafasku. Apa kau tak merasa hembusnya kekasih?

VI.
Tak ada kuasa untuk cinta. Jika ketakutan hadir sebab cemburu. Aku bicara dari lubuk bumi. Meski tak ada pohon bicara. Engkaulah maha pendengar kata-kata yang menjelma dedaunan dan reranting subur. Aku tersiksa oleh cinta. Kau tentu tak sudi mengurai air mata, ketika luka batinku menjeritkan nyeri letusan berapi. Tetapi, biarlah lahar panas menyulap rinduku.

VII.
Kita selalu bicara tentang cinta, nestapa, dan impian sejak pertemuan pertama. Meneguk anggur sampai mabuk, hingga kesadaran tunai di persimpangan menuju hidupmu-menemu hidupku. Kita sepakat lupakan segala, madu dan darah kita, lalu kita penuhi dengan air raksa.

VIII.
Cintaku, rasa sakit dari masa lalu, tak terasa oleh nyeri hari ini untuk masa depan.

IX.
Mari kita berdoa satu sama lain.

Yogyakarta,2011-2012

poem by Selendang SulaimanReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Because It Must End (Indonesian Version)

waktu pun berlalu
perlahan berubah
cintamu yang dulu
perlahan kan musnah

itu ku percaya
kau milikku pasti
menjadi sia-sia
ku terus menanti

karena harus berakhir
khayalku, harapku
tuk bersamamu
karena tak ada gunanya
kau coba, kau pinta
tuk cintai aku

kau tak pernah berpisah
cintamu tak berakhir
bagaimana bisa
cerita kan bergulir

karena harus berakhir
khayalku, harapku
tuk bersamamu
karena tak ada gunanya
kau coba, kau pinta
tuk cintai aku

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Kwatrin Memandang Bulan (Indonesian)

~Requiem buat Sapto Rahardjo~

Lelaki bersandal jepit memandang bulan
Bilakah hari memadamkan baranya?
Samudera bergelombang membenamkan setiap kembara
Harapan demi harapan gugur dari rambutnya

Lelaki bersandal jepit mengepit senyap
Bulan beserta malam-malam dihatinya
Kerontang musim mengajak bicara
Nyanyian demi nyanyian menggugurkan senja

Lelaki bersandal jepit merangkai mimpinya
Mimpi melayang seperti burung camar
Menggapai langit menjatuhkan hujan
Hujan runtuh membasahi kemarau

Lelaki bersandal jepit memainkan bonang
Malam hening menggetarkan dawai
Sunyi adalah kembara
Kembara bagi seorang pecinta sejati

Lelaki bersandal jepit merangkai bunga
Bunga potong segar dalam cawan
Ikebana dan sakura, rama-rama dan kupu-kupu
Hidup dan mati berkejaran selalu*

Lelaki bersandal jepit terbaring sendiri
Rumput dan semak bersamanya
Tiada bonang dan bunga dibawanya
Hanya cinta-kasih ada dipeluknya

poem by Imam Setiaji RonoatmojoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Waktu yang Tepat

kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita secepat kilat
atau sewaktu berhitung cermat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila bergerak mendekat
atau bersabar menunggu penjerat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita melihat
atau ketika tak ada yang berbuat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita terus memahat
atau dimana semua sudah tersurat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kehormatan terdesak
atau kala keberanian terdapat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila musuh merapat
atau sewaktu tak terlambat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila kita menangkap waktu yang sesaat
atau saat melepas semua pemberat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila semua selamat
atau ketika datang mujizat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila emosi memuncak
atau dimana yang berkuasa adalah akal sehat
kapankah waktu yang tepat itu?
apakah bila janji sudah terikat
atau kala hidup dipenuhi karat

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Because of Love? (Indonesian Version)

Sering kali ingin kucoba mengerti dirimu
Namun semakin ku tak dapat mengerti kau begitu

Kadang kau mesra, kadang kau cemburu buta
Kadang kau dekat, kadang kau tak peduli

Tapi ku tak dapat mengerti diriku sendiri
Yang tetap di sampingmu walaupun kau begitu

Kadang ku bosan, kadang ku melayang
Kadang ku gundah
Apa yang membuat kita bersama?

Karena cinta
Ataukah mungkin rasa iba
Karena suka
Ataukah sudah terbiasa
Kita hidup dengan saling menerima

Berapa kali pun kucoba menghapus dirimu
Namun semakin kuhampa di dalam hatiku

Kurindu senyummu, kutelan pahitmu
Kuingin hangatmu, kutakut kehilanganmu

Mungkin kau juga pernah bertanya dalam hatimu
Masihkah ku berguna dalam hidupmu

Meski ku peragu, meski ku tak sempurna
Meski ku sakiti
Apa yang membuat kita bertahan?

Karena cinta
Ataukah mungkin rasa iba
Karena suka
Ataukah sudah terbiasa
Kita hidup dengan saling percaya

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Jangan Macam Macam dengan Nyawa

Jangan macam-macam
Di tubuhmu ada nyawa
Jangan terlena
Meski kau punya semua
Dalam sekejap mata
Semua bisa tak berguna
Saat maut menyapa

Jangan macam-macam
Di tanganmu ada nyawa
Tapi bukan kau punya
Meski kau tak peduli
Nanti pasti kau sesali
Bila ia akhirnya pergi
Dan takkan kembali

Jangan macam-macam
Di depanmu ada nyawa
Yang juga punya harga
Mesli kau tak mengerti
Karena belum kau kenali
Saat kau membuka diri
Kau akan menemukan arti

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share

Padam

Apa yang kau dapatkan, hargailah
Apa yang dipinjam, kembalikan
Sebelum semuanya menghilang
Dan api di dalammu padam
Apa yang kau simpan, rawatlah
Apa yang kau buang, relakan
Bila api di dalam dirimu telah padam
Kenangan pun tak lagi bisa membakar
Mimpi pun tak bisa lagi bersinar
Jadi jangan berhenti dulu
Sebab dewa masih memberimu waktu
Sebelum semuanya memudar
Dan api di dalammu padam

Apa yang kau inginkan, kejarlah
Apa yang kau takuti, hadapi
Sebelum semuanya menghilang
Dalam kegelapan yang kelam
Apa yang kau jaga, sayangilah
Apa yang kau benci, tangisi
Karena bila api yang ada telah padam
Ingatan pun tak lagi berarti
Jalan yang lebar pun tak lagi menarik
Jadi jangan mencemaskan hal yang tak perlu
Sebab meski terlihat tak ada waktu
Dan angin tak mau membantu
Kobaran di dadamu masih belum padam

poem by Maria SudibyoReport problemRelated quotes
Submitted by Poetry Lover
Vote! | Copy!

Share