Click in the field, then press CTRL+C to copy the HTML code
Copy
<div style="background:#fff;border:#bbb dashed 1px;padding:5px"><a href="http://en.citatepedia.ro/comments.php?id=515973" style="color:#000;text-decoration:none"><div style="margin:10px 0"><strong>Wajah Pagi di Wajahmu yang Malam Memancar Cahaya Malammu di Wajah Pagi</strong></div><div style="margin:10px 0">Sudah berapa banyak angka dari kalender<br>Merawat nyeri dari luka paragraf soliloqui<br>Pada bangunan yang dipurbakan<br>Setiap jeda waktu terteriak di mulutmu<br>Serupa dengung tawon dalam hutan<br>Deru suaramu meruwat perjalanan ngilu</div><div style="margin:10px 0">Ngilu: Kau ceritakan lagi pagi ini<br>Seperti pagi yang lalu tanpa ingata<br>Mungkin di pagi yang lain, insomniamu<br>Dan kamu akan datang lagi, ceritakan nyeri<br>Pada kematian di hamparan panggung teater lengang<br> Lalu tegang di wajahmu<br> Lalu tenang seolah-olah<br> Pada bait-bait puisi<br> Yang kau sesalkan sebelum tidur<br> Lalu mimpi buruk melumat sesal<br> Sembunyikan ketakutan di bibirmu</div><div style="margin:10px 0">Bibirmu: Cerita ngilu di sebuah pagi<br>"pada akhirnya batang tubuh berakal ini<br>menjadi analog-analog kecil dalam satwa<br>yang kau juga aku mengembunkannya<br>pada imajinasi untuk sesuap nasi."</div><div style="margin:10px 0">Kau diam sebentar, bercakap kecil<br>Kulihat ke dalam matamu, ada luka</div><div style="margin:10px 0">"Luka itu kawan, yang membuat senyum<br>di kanvas pagi yang ngilu pada ceritaku<br>selain luka tak ada lagi untuk sebuah cerita<br>dan kenangan hanya maut yang tak kukenal."</div><div style="margin:10px 0">Kata-katamu menetaskan api pagi ini<br>Sebagaimana aksara di bibir penyair itu<br>Telah membakar puisi dan mengabu kini<br>Terhempas ke ladang-ladang petani<br>Terhimpit map-map plastik di kantor-kantor<br>Menempel di wajahmu sendiri<br>Pagi ini, lembut. Legam.</div><div style="margin:10px 0">Kau diam kemudian<br>Sambil menunjuk jari ke tubuh ayam betina<br>Yang mencari makan sisa angin dan embun segar semalam<br>Jika hujan tak membawanya pergi<br>Dan kau tak mencolongnya untuk sepenggal diksi</div><div style="margin:10px 0">"Lihatlah ayam betina itu, tenang dan tentram."</div><div style="margin:10px 0">Sebab tak punyai kata-kata untuk luka<br>Maka waktu mengisi nyeri <br>pada jeritan sebelum subuh<br>Dan segala seperti mula asal<br>Bangkit lagi, kematian tak berupa<br>Bahkan catatan dikosongkan<br>Untuk nama-nama luka<br>Sesiang nanti, hari tak berharapan<br>Hari tanpa pangkuan<br>Selain hanya ceritamu</div><div style="margin:10px 0">Yogyakarta,2011-2012</div><div style="margin:10px 0"><br /></a><br />poem by <a href="http://en.citatepedia.ro/by.php?a=Selendang+Sulaiman">Selendang Sulaiman</a><div class=q> <img src="https://www.citatepedia.ro/g/32share.png" style="float:left" alt="Share"> <script type="text/javascript" src="//s7.addthis.com/js/300/addthis_widget.js#pubid=citatepedia" async="async"></script><div style="display:inline-block" class="addthis_sharing_toolbox" data-url="http://en.citatepedia.ro/comments.php?id=515973" data-title="Wajah Pagi di Wajahmu yang Malam Memancar Cahaya Malammu di Wajah Pagi de Selendang Sulaiman" data-description="Sudah berapa banyak angka dari kalender Merawat nyeri dari luka paragraf soliloqui Pada bangunan yang dipurbakan Setiap jeda waktu terteriak di mulutmu Serupa dengung tawon dalam hutan Deru suaramu meruwat perjalanan ngilu Ngilu: Kau ceritakan la..."></div> </div> </div>
solid border
dashed border
dotted border
double border
groove border
ridge border
inset border
outset border
no border
blue
green
red
purple
cyan
gold
silver
black